Kejar Lonjakan Permintaan 221.441 Ton, Pabrik Amonium Nitrat Rp1,17 T di Bontang Kalimantan Timur Ini Gunakan Standar Kelas Dunia Sedin-Hallifeng

inNalar.com – Strategi kerja sama cantik yang dibangun dua perusahaan ini bakal menelan dana sebesar Rp1,17 triliun.

Meski makan biaya fantastis, pabrik pupuk yang berbasis di Bontang, Kalimantan Timur akhirnya pilih lakukan diversifikasi usaha bersama perusahaan raksasa lainnya.

Adapun proyek yang digarap oleh dua perusahaan raksasa ini adalah pembangunan Pabrik Amonium Nitrat guna menambah nilai tambah produknya.

Baca Juga: Fantastis Kuras Rp160 Miliar, Kantor Polres IKN Canggih Dilengkapi Teknologi AI Demi Atasi Kriminal di Kalimantan Timur

Selain itu, langkah ini pun dilakukan demi menangkap potensi lonjakan permintaan pada tahun 2024 yang bakal memuncak hingga 221.441 ton.

Dengan adanya infrastruktur penghasil amonium nitrat, diharapkan kebutuhan impor dapat ditekan dan mampu meningkatkan pemenuhan permintaan dalam negeri yang lebih meluas.

Diproyeksikan pabrik tersebut akan segera diresmikan pada Bulan Desember 2023 yang rencananya bakal dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Baca Juga: Megaproyek Senilai Rp29,5 Triliun di Jawa Barat Terancam Rugikan Negara Gegara Kebijakan Jepang

Nantinya apabila infrastruktur telah resmi beroperasi secara komersial, pabrik ini bakal dikelola oleh perusahaan patungan.

Pemain dominan dalam infastruktur ini adalah PT Dahana Investama Corp yang memiliki 65 persen saham.

Kemudian pengelola lainnya adalah PT Pupuk Kaltim dengan kepemilikan saham sebesar 35 persen.

Baca Juga: Catat Pendapatan Rp51 Triliun, BUMN yang Temukan Cadangan Migas Baru di Jabar Ini Justru Alami Penurunan di…

Pada dasarnya, PT Pupuk Kaltim sendiri telah membangun sederetan pabrik, tepatnya sebanyak 13 unit yang bahkan mulai merambah ke daerah Fakfak, Papua Barat.

Namun demi memenuhi permintaan tinggi di tahun selanjutnya, infrastruktur hasil patungan dengan perusahaan Dahana bakal mampu memproduksi amonium nitrat hingga 75.000 metric ton per tahunnya.

Adapun lokasi pembangunan infrastruktur tersebut diketahui berada di area industri PT Kaltim Industrial Estat (KIE) di Bontang, Kalimantan Timur.

Baca Juga: Dituding Mangkrak! Proyek Jembatan Senilai Rp12,9 Miliar Ini Ternyata Masih Berlanjut Tapi Salah Konsep, Progresnya…

Tidak hanya menyoal hilirisasi nikel dan tambang mineral lainnya, rupanya Pupuk Kaltim tengah mengawali hilirisasi petrokimia berbasis sumber daya berkelanjutan.

Keberadaan infrastruktur berkapasitas jumbo ini juga ditunjang dengan teknologi berstandar pabrik kelas dunia yang berlisensi Sedin – Hallifeng.

Hal tersebut perlu dilakukan perusahaan guna memastikan produksi memenuhi standar keamanan dan tetap berbasis ramah lingkungan.

Baca Juga: Butuh Waktu 6 Tahun, Konstruksi Bendungan Multifungsi Rp897 Miliar di Kalimantan Selatan Ini Tersendat, Terendus Aroma Korupsi?

Melansir dari situs Kementerian Perindustrian, pabrik amonium nitrat terbilang masih cukup jarang didirikan di Indonesia, bahkan di kawasan Asia Tenggara.

Setidaknya pada tahun 2016, infrastruktur ini hanya ada di dua negara, yaitu di Filipina dan Thailand.

Sementara di Indonesia ada satu unit pabrik amonium nitrat berada di Cikampek yang diketahui pemiliknya adalah PT Multi Nitrotama Kimia dengan kapasitas produksi rata-rata 36.000 ton per tahun. ***

 

Rekomendasi