Pernah Dikorupsi Rp40 M, Bandara di Jawa Timur Ini Justru Raih Penghargaan Dunia Gegara Bentuknya Unik, Seperti Ikat Kepala?

InNalar.com – Jawa Timur ternyata punya bandara yang diklaim jadi bandar udara hijau pertama di Indonesia.

Tepatnya, bandar udara hijau itu ada di desa Blimbingsari, kabupaten Banyuwangi.

Walaupun sebenarnya untuk membangun landasan pacu pesawat seperti itu ternyata memakan waktu yang cukup lama.

Baca Juga: Alokasi Dananya Rp173 Miliar, Proyek SPAM di Kupang NTT yang Baru Diresmikan Jokowi Ini Sempat Terganjal Sengketa Lahan

Sebab dalam membangun landasan pacu pesawat tersebut, kurang lebih memakan waktu selama 19 tahun.

Namun lamanya ini bukanlah karena sulitnya membangun bandar udara hijau, melainkan karena terjadi korupsi.

Usut punya usut, ternyata pengerjaan proyek ini bisa macet karena terjadi korupsi yang dilakukan 2 bupati Banyuwangi, yaitu Bupati Samsul Hadi dan juga Bupati Ratna Ani Lestari.

Baca Juga: Kejar Lonjakan Permintaan 221.441 Ton, Pabrik Amonium Nitrat Rp1,17 T di Bontang Kalimantan Timur Ini Gunakan Standar Kelas Dunia Sedin-Hallifeng

Kerugiannya pun besar, karena total korupsi yang dilakukan dua pemimpin kabupaten itu mencapai Rp 40,99 miliar.

Dilansir InNalar.com dari angkasapura,  proyek penggarapan bandar udara ini tetap dilanjutkan, karena secara bertahap pada tahun 2004-2008 proyek ini tetap dikerjakan yang menggunakan dana dari APBN.

Adapun infrastruktur ini bernama bandara Blimbingsari, atau saat ini disebut dengan bandara internasional Banyuwangi.

Baca Juga: Fantastis Kuras Rp160 Miliar, Kantor Polres IKN Canggih Dilengkapi Teknologi AI Demi Atasi Kriminal di Kalimantan Timur

Setelah dikerjakan selama 19 tahun lamanya, karena dikerjakan dari tahun 1991, akhirnya bandar udara di Banyuwangi ini resmi dioperasikan pada akhir tahun 2010.

Beberapa tahun berlalu, tepatnya pada tahun 2015 pemerintah ternyata melakukan perluasan terminal pada bandar udara.

Disinilah konsep bandar udara hijau mulai akan diterapkan di tempat landasan pacu pesawat ini.

Baca Juga: Sempat Molor 2 Tahun Lebih, Proyek Bendungan di Maluku Senilai Rp2,08 Triliun Ini Dikebut Pembangunannya, Bakal Rampung…

Karena Terminal tersebut menggunakan konsep hijau yang juga ramah lingkungan.

Buktinya, lokasi terminal tersebut dapat dirasakan dari suasana udara yang alami, terminal yang ditanami tanaman di atapnya, konservasi air serta sunroof agar terjadi pencahayaan alami di siang hari.

Saat berkunjung kemari, jangan terkejut jika ternyata jarang-jarang akan ditemui AC.

Baca Juga: Megaproyek PT Lotte Chemical di Cilegon Senilai Rp60 Triliun Ini Disebut Sanggup Serap 13 Ribu Pekerja

Sebab lokasi dari bandar udara ini kebanyakan memang hanya akan memanfaatkan angin yang keluar masuk dari celah-celah bangunan.

Ditambah nantinya para penumpang pesawat juga akan melihat pemandangan alam yang berupa sawah dan gunung-gunung yang membentang luas di daerah desa Blimbingsari di Banyuwangi tersebut.

Dalam memperluas bandar udara berkonsep hijau dengan pemandangan yang menakjubkan tersebut, anggarannya pun cukup banyak.

Baca Juga: Butuh Waktu 6 Tahun, Konstruksi Bendungan Multifungsi Rp897 Miliar di Kalimantan Selatan Ini Tersendat, Terendus Aroma Korupsi?

Karena dana itu diambil dari APBD Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 22,5 miliar dan APBD Kabupaten Banyuwangi sebesar Rp 10,5 miliar.

Hanya saja perluasan bandar udara dalam menggunakan konsep hijau ini dapat disebut lancar, karena tidak terjadi korupsi seperti yang telah dijelaskan di atas.

Anggaran tersebut juga diarahkan ke pembangunan terminal, elektrikal, aksesori, musala dan area parkir.

Baca Juga: Tekan Emisi 7,3 Ton CO2, Pertamina Bangun PLTS di Kapal Derek dengan Kapasitas 6,4 kWn, Hasilkan Efisiensi BBM Sebesar…

Selain menggunakan konsep hijau, bandar udara yang ada di daerah Jawa Timur ini juga dapat dibilang cukup unik.

Hal ini dikarenakan terminal barunya menggunakan mengadopsi bentuk ikat kepala khas Suku Using.

Sementara itu untuk peresmian setelah diperluas, bandara Blimbing sari atau yang nama resminya kini adalah bandara internasional Banyuwangi ini telah diresmikan pada tahun 2017.

Baca Juga: Targetkan 1 Juta Rumah Hijau Subsidi di 2030, Kementerian PUPR Awali dengan Peresmian Hunian di Kuningan Jawa Barat

Tidak hanya jadi bandar udara hijau pertama di Indonesia, bahkan bandara di Banyuwangi ini juga berhasil masuk 20 besar bangunan dengan arsitektur terbaik di ajang Aga Khan Awards for Architecture (AKAA) tahun 2022.

Tentu ini penghargaan yang membanggakan, dengan adanya keunikan pada bentuk desain ikat kepala khas Suku Using seperti yang telah dijelaskan di atas. ***

 

Rekomendasi