

InNalar.com – Dengan adanya penemuan Migas, kini warga di daerah Jawa Barat auto bisa jadi sultan.
Pasalnya di area yang dimiliki warga tersebut, pertamina menemukan sumber minyak dan gas bumi yang jumlahnya hampir mencapai 100 juta barel.
Penemuan itu sendiri tepatnya berada di Desa Sukawijaya, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi.
Bahkan sebenarnya pengujian ini juga sudah dilakukan sejak 10 tahun yang lalu.
Akan tetapi setelah dilakukan pengeboran lebih lanjut, akhirnya ditemukan secara pasti jika daerah di Jawa Barat itu menyimpan gas dan minyak bumi.
Penemuannya pun cukup banyak, karena jumlahnya hampir mendekati 100 juta barel.
Melansir dari kanal YouTube Gerald Vincent, jumlah tepat yang sudah dilakukan setelah dilakukan penelitian adalah 92,27 juta barel.
Penemuan ini tentu cukup membanggakan, karena ternyata Migas di Bekasi bisa menyimpan sebanyak itu.
Namun, jika ditanya apakah memang sebanyak itu? Maka jawabannya adalah tidak juga.
Karena jumlah kebutuhan minyak dan gas bumi yang Indonesia sebenarnya menghabiskan 1 juta barel per hari.
Dengan kata lain, jumlah penemuan tersebut hanya dapat memenuhi kebutuhan warga Indonesia hanya 90 hari, atau sekitar 3 bulan.
Penemuan minyak dan gas ini secara lokasi terdapat di lahan warga di daerah Bekasi.
Karena itulah jika ingin mengeksploitasi hasil Migas tersebut, maka pertamina harus membeli lahan para warga sesuai dengan kesepakatan.
Tanah yang dibeli pun cukup luas, karena mencapai 5 hektar di lahan persawahan warga.
Diketahui terdapat 12 orang yang lahan pertaniannya akan dibeli, dengan harga yang berbeda-beda.
Pembelian lahan para warga di daerah Jawa Barat itu sendiri dimusyawarahkan di kantor balai desa setempat.
Sebab harga lahan yang dijadikan sawah ditempat tersebut memang lebih murah dibandingkan lahan yang dijadikan jalan.
Pertamina pun membeli lahan para warga di tempat tersebut lebih tinggi dibandingkan harga pasaran.
Berdasarkan pasarannya, harga tanah di Desa Sukawijaya daerah Bekasi itu memiliki harga dari Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per meter.
Sementara itu, terdapat 1 orang warga yang lahan sawahnya dibeli dengan total yang ia terima yaitu sebanyak Rp 1,1 miliar.
Oleh karena itu warga Bekasi berpotensi jadi sultan karena menerima banyak uang setelah lahannya dibeli.
Menariknya, saat kandungan ini ditemukan, cara pengujian untuk melihat apakah di tanah tersebut terdapat sumber minyak dan gasnya adalah dengan cara diledakan menggunakan dinamit.
Saat dinamit itu meledak, ternyata banyak pula rumah warga yang sampai mengalami retak karena dampak dari ledakan itu cukup besar.
Pertamina pun memberikan tanggung jawab berupa uang kompensasi sebesar Rp 300 ribu per kepala keluarga.
Sebagai tambahan, sebenarnya di Jawa Barat juga ditemukan sumber minyak dan gas di tempat lain, yaitu berada di Indramayu. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi