Warga Bekasi Auto Jadi Sultan! Pertamina Beri Rp1,1 Miliar Gegara Lahan Sawah Simpan Sumber Migas, Capai Ratusan Barel?

InNalar.com – Dengan adanya penemuan Migas, kini warga di daerah Jawa Barat auto bisa jadi sultan.

Pasalnya di area yang dimiliki warga tersebut, pertamina menemukan sumber minyak dan gas bumi yang jumlahnya hampir mencapai 100 juta barel.

Penemuan itu sendiri tepatnya berada di Desa Sukawijaya, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi.

Baca Juga: Tertekan Harga CPO Dunia, Kas Perusahaan Milik Crazy Rich Kalimantan Selatan Ini Terjun 85 Persen, Kini Asetnya Tersisa Segini

Bahkan sebenarnya pengujian ini juga sudah dilakukan sejak 10 tahun yang lalu.

Akan tetapi setelah dilakukan pengeboran lebih lanjut, akhirnya ditemukan secara pasti jika daerah di Jawa Barat itu menyimpan gas dan minyak bumi.

Penemuannya pun cukup banyak, karena jumlahnya hampir mendekati 100 juta barel.

Baca Juga: Gelontorkan Rp40 Triliun hingga Gandeng Malaysia, Megaproyek PLTA di Kalimantan Utara Ini Mampu Serap 5000 Pekerja

Melansir dari kanal YouTube Gerald Vincent, jumlah tepat yang sudah dilakukan setelah dilakukan penelitian adalah 92,27 juta barel.

Penemuan ini tentu cukup membanggakan, karena ternyata Migas di Bekasi bisa menyimpan sebanyak itu.

Namun, jika ditanya apakah memang sebanyak itu? Maka jawabannya adalah tidak juga.

Baca Juga: Bagikan Dividen Jumbo Senilai Rp225 Miliar, Produsen Bodrex dan Marina Ini Ternyata Dapatkan Laba Segini

Karena jumlah kebutuhan minyak dan gas bumi yang Indonesia sebenarnya menghabiskan 1 juta barel per hari.

Dengan kata lain, jumlah penemuan tersebut hanya dapat memenuhi kebutuhan warga Indonesia hanya 90 hari, atau sekitar 3 bulan.

Penemuan minyak dan gas ini secara lokasi terdapat di lahan warga di daerah Bekasi.

Baca Juga: Kuras Cuan Rp1,5 T, Emiten Korea Selatan Caplok Tambang Nikel di Konawe Utara Sulawesi Tenggara, Borong Area Konsesi Seluas 7 Kali Pulau Yeouido?

Karena itulah jika ingin mengeksploitasi hasil Migas tersebut, maka pertamina harus membeli lahan para warga sesuai dengan kesepakatan.

Tanah yang dibeli pun cukup luas, karena mencapai 5 hektar di lahan persawahan warga.

Diketahui terdapat 12 orang yang lahan pertaniannya akan dibeli, dengan harga yang berbeda-beda.

Baca Juga: Daya Tampungnya 12,18 Juta M3, Proyek Bendungan di NTB Ini Sudah Berjalan 5 Tahun Tapi Tak Kunjung Selesai, Targetnya…

Pembelian lahan para warga di daerah Jawa Barat itu sendiri dimusyawarahkan di kantor balai desa setempat.

Sebab harga lahan yang dijadikan sawah ditempat tersebut memang lebih murah dibandingkan lahan yang dijadikan jalan.

Pertamina pun membeli lahan para warga di tempat tersebut lebih tinggi dibandingkan harga pasaran.

Baca Juga: Dicoret Jokowi, Megaproyek Jembatan Rp100 Triliun di Lampung yang Diinginkan SBY Malah Tak Pernah Digarap, Mengapa?

Berdasarkan pasarannya, harga tanah di Desa Sukawijaya daerah Bekasi itu memiliki harga dari Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per meter.

Sementara itu, terdapat 1 orang warga yang lahan sawahnya dibeli dengan total yang ia terima yaitu sebanyak Rp 1,1 miliar.

Oleh karena itu warga Bekasi berpotensi jadi sultan karena menerima banyak uang setelah lahannya dibeli.

Baca Juga: Adaro Energy Bagi-Bagi Dividen Rp6,2 Triliun, Konglomerat Batu Bara Boy Thohir Keciprat Fulus 6,18 Persen, Harta Auto Terkerek Naik hingga…

Menariknya, saat kandungan ini ditemukan, cara pengujian untuk melihat apakah di tanah tersebut terdapat sumber minyak dan gasnya adalah dengan cara diledakan menggunakan dinamit.

Saat dinamit itu meledak, ternyata banyak pula rumah warga yang sampai mengalami retak karena dampak dari ledakan itu cukup besar.

Pertamina pun memberikan tanggung jawab berupa uang kompensasi sebesar Rp 300 ribu per kepala keluarga.

Baca Juga: Keruk Biaya Rp13,65 Miliar, Jembatan Gantung Sepanjang 120 Meter di Kalimantan Barat Ini Membentang di Atas Sungai Kapuas

Sebagai tambahan, sebenarnya di Jawa Barat juga ditemukan sumber minyak dan gas di tempat lain, yaitu berada di Indramayu. ***

 

Rekomendasi