Sempat Diisukan Roboh, Bendungan Senilai Rp1,6 Triliun di Konawe Sultra Ini Akhirnya Selesai 100 Persen

inNalar.com – Salah satu upaya untuk terus meningkatkan ketersediaan air dan ketahanan pangan di seluruh Indonesia, pemerintah hingga saat ini masih terus melakukan pembangunan bendungan secara merata di beberapa wilayah.

Salah satu bendungan yang diperkirakan selesai pada akhir tahun 2023 ini adalah Bendungan Ameroro yang berada di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Pembendung air ini sudah dibangun sejak tahun 2020 silam dan saat ini pembangunan paket II-nya sudah selesai 100%.

Baca Juga: Lippo Boncos Rp4,5 Triliun, Megaproyek Meikarta di Jawa Barat Ditinggal Bubar 9 Investor Asing hingga Pengembang Catatkan Utang Rp597,78 Miliar

Penyelesaian paket II tersebut disampaikan PT Hutama Karya (Persero) melalui akun Instagramnya @hutamakarya.

Sebelumnya, pembangunan dari pembendung air ini dilaksanakan dalam dua paket dengan paket I dikerjakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya – PT Sumber Cahaya Agung – PT Basuki Rahmanta Putra (KSO).

Sedangkan, untuk paket II dikerjakan oleh kontraktor PT Hutama Karya – PT Adhi Karya (KSO).

Baca Juga: Dibangun Mulai dari Tahun 2020, Harita Nickel Group Bangun 259 Rumah untuk Warga Kawasi Maluku Utara, Alasannya…

Dilansir dari hutamakarya.com, Bendungan Ameroro di Konawe, Sultra ini merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) dan dibangun dengan total luas mencapai 578,78 hektare.

Selain itu, pembendung air ini memiliki kapasitas tampung sebesar 98 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 380 hektare.

Dengan kapasitas tampung yang sangat besar tersebut, pembendung air ini diproyeksikan akan menambah layanan daerah irigasi seluas 3.363 hektare dari yang sebelumnya 1.903 hektare.

Baca Juga: Usianya Sudah 31 Tahun, Bendungan Rp400 Miliar dari Jepang di Sulawesi Selatan Ini Miliki PLTA yang Kini Tak Beroperasi, Mengapa?

Dengan meningkatnya layanan daerah irigasi tersebut, para petani diharapkan dapat melakukan panen yang sebelumnya hanya dua kali dalam setahun meningkat menjadi tiga kali dalam setahun.

Tidak hanya itu, pembendung air ini juga akan melayani air baku sebesar 511 liter per detik dan mereduksi banjir hingga 443,34 meter kubik  per detik.

Dalam pembangunannya ini, Bendungan Ameroro di Konawe, Sulawesi Tenggara ini menghabiskan APBN sebesar Rp1,6 triliun.

Baca Juga: Geger Media China Dibuat Kaget usai Pramudya Kusumawardana Pensiun Dini dari PBSI, Alasannya…

Karena pengerjaan paket II telah selesai, maka, bendungan ini akan masuk ke tahap impounding atau tahap pengisian awal.

Namun, sebelum pembangunan pembendung air ini belum selesai, terdapat cerita menarik namun juga cukup mengkhawatirkan.

Beberapa waktu lalu, yakni pada Oktober 2023 lalu, terdapat isu yang mengatakan bahwa bendung air yang tengah dibangun oleh pemerintah ini longsor.

Baca Juga: Telan Biaya Rp5,9 Triliun, Jalan Tol Pandaan-Malang Jadi Salah Satu Tol Panoramik dengan Pemandangan Bak Surga Dunia

Isu yang cukup mengkhawatirkan ini juga mendapat perhatian dari Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, yang langsung membantah isu tersebut.

“Bukan bendungannya roboh, tetapi itu bekas galian struktur sebelumnya,” kelas Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono sebagaimana dikutip dari pu.go.id.

Saat ini, tahap impounding dari Bendungan Ameroro di Konawe, Sulawesi Tenggara akan segera dilaksanakan. Dengan begitu, proyek bendungan ini diperkirakan akan rampung lebih awal.***

Rekomendasi