

inNalar.com – Ratusan warga imigran pendatang dari Rohingya yang kini berada di Basement Balee Meuseurata Aceh (BMA) sempat gencar serentak melakukan aksi mogok makan.
Aksi mogok makan yang dilakukan oleh ratusan warga Rohingya ini diketahui saat para petugas relawan membagikan makan saat jadwal makan siang pada Jumat, 22 Desember 2023.
Rupanya kejadian tersebut tidak hanya terjadi sekali, pada malam harinya para pengungsi kembali menolak pembagian makan yang dibagikan oleh relawan PMI Banda Aceh.
Sebagai informasi, relawan yang turut membagikan makanan kepada para imigran diketahui berasal dari Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI).
Aksi mogok makan ini terekam dalam unggahan video Instagram terangmedia.
Merespon aksi mogok makan yang dilakukan ratusan warga Rohingya, para relawan RAPI akhirnya memberikan pengarahan dan pendekatan khusus kepada para pengungsi, dikutip dari Setnasasean.
Akhirnya para imigran tersebut akhirnya terbujuk untuk kembali makan dan minuman yang telah dibagikan oleh para relawan.
Terungkap dugaan aksi mogok makan tersebut saat pihak petugas berkomunikasi dengan salah satu perwakilan warga asing Rohingya tersebut.
Meski kesulitan bahasa menjadi kendala utama komunikasi, berkat aplikasi penerjemahan, pihak petugas akhirnya sedikit demi sedikit mulai bisa membaca arah keinginan para pengungsi tersebut.
Dari hasil komunikasi tersebut, diduga para pengungsi ingin meminta kejelasan dan kepastian mengenai tempat tinggal atau kamp pengungsian yang lebih layak.
Sebagai informasi tambahan, diketahui bahwa demi kepentingan permasalahan kemanusiaan ini, relawan PMI turut membantu kepengurusan imigran Rohingya yang berada di Lhokseumawe, Aceh.
Adapun hal-hal yang menjadi wilayah operasi kemanusiaan relawan PMI ini meliputi kebutuhan pengolahan pangan dan dapur hingga melakukan pendampingan psikologis pada para warga asing tersebut.
Baca Juga: Terdepan Soal Inovasi Produk, Kenali 5 Pemenang Pengusaha Muda BRILiaN 2023!
Sebagaimana diketahui bahwa akhir-akhir ini berbagai sorotan terhadap warga imigran terus bergulir.
Melansir dari situs Kementerian PAN RB, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi pun mengingatkan dunia internasional untuk segera menyelesaikan akar permasalahannya.
Menurutnya, akar permasalahan ini kuncinya dengan mengakhiri konflik dan segera mengembalikan kondusivitas Myanmar.
Dengan memahami akar permasalahan ini, diharapkan kompleksitas penanganan isu pengungsi ini dapat diatasi melalui kerja sama internasional, terutama menggandeng pihak UNHCR dalam penanganannya.***