

inNalar.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada bulan November 2023 lalu telah meresmikan salah satu Proyek Strategis Nasional di Papua Barat.
Proyek tersebut dibangun di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat.
Dikutip dari Setkab, dana pembangunan yang digunakan untuk mendirikan proyek tersebut adalah senilai Rp72,45, atau setara dengan 4,83 miliar US Dollar.
Sebelumnya, perlu diketahui bahwa nama dari proyek tersebut adalah Proyek Tangguh Train 3.
Proyek Tangguh Train 3 merupakan salah satu dari beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun di Provinsi tersebut.
Dan lebihh tepatnya, proyek ini jadi salah satu PSN yang telah selesai dikerjakan sebelum tahun 2023 berakhir.
Diantara PSN-PSN lain yang juga dibangun di Provinsi Papua Barat adalah sebagai berikut:
1. Proyek hilirisasi blue ammonia
2. Proyek Ubadari CCUS
3. Proyek Lapangan Migas Asap Kido Merah
Kabarnya, ketiga proyek di atas baru memasuki tahap groundbreaking.
Kembali ke pembahasan proyek Tangguh Train 3, yang ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas produksi tahunan LNG (Liquified Natural Gas) 11,4 juta ton per tahunnya.
Proyek ini merupakan proyek kilang gas alam cair yang digadang-gadang terbesar di Indonesia.
Selain hal tersebut, proyek kilang gas alam cair yang dibangun di Teluk Bintuni tersebut juga diharapkan mampu berkontribusi dalam mendukung target prosukai gas 12 standar kaki kubik per hari pada tahun 2030.
Adapun rencana kedepan dari proyek yang menelan dana investasi senilai Rp72,45 triliun tersebut adalah untuk menggeret sejumlah tenaga kerja daerah, yakni kurang lebih 85 persen pada tahun 2029.
Saat ini diketahui, 70 persen tenaga operasional kilang LNG Tangguh di Kabupaten Teluk Bintuni telah diserap.
Jadi, diharapkan kedepannya putra putri Papua Barat dan Indonesia mampu berkontribusi dalam pemeliharaan kilang LNG ini.***