Daya Tampungnya 138 Juta m3, Bendungan Paselloreng di Wajo Dukung Sulawesi Selatan Jadi Lumbung Pangan Nasional

inNalar.com – Beberapa bendungan yang dibangun oleh pemerintah memiliki fungsi lebih daripada fungsi umumnya. Bendungan Paselloreng yang ada di Desa Arajang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan adalah contohnya.

Bendungan Paselloreng yang ada di Kabupaten Wajo ini dibangun dengan tujuan untuk menjadi pendukung Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan nasional.

Sebelumnya, pembendung air ini merupakan proyek yang sudah dikerjakan sejak tahun 2015 silam dengan biaya kurang lebih Rp771,6 miliar.

Baca Juga: Kementerian ESDM Prediksi Tambang Bawah Tanah Bakal Jadi Tren Baru, Apa Saja Keunggulannya Dibanding Tambang Terbuka?

Fasilitas ini memiliki kapasitas tampung sebesar 138 juta meter kubik dan luas genangan sebesar 1.258 hektare yang dapat digunakan untuk mengairi lahan pertanian seluas 8.500 hektare.

Selain itu, penampung air ini juga memiliki potensi untuk menyuplai air baku dengan kapasitas 145 liter per detik bagi enam kecamatan yang berbeda.

Manfaat lain daripada pembendung air ini adalah dapat mereduksi banjir dengan debit sebesar 489 meter kubik per detik, perikanan air tawar, konservasi air, bahkan sebagai destinasi wisata.

Baca Juga: Usung Konsep Forest City, Pembangunan Kodim IKN Kalimantan Timur Tak Bolehkan Tebang Banyak Pohon, Mengapa?

Dilansir dari wajokab.go.id, karena fungsi utamanya adalah mengairi lahan pertanian seluas 8.500 hektare, pembangunan dari proyek ini bertujuan untuk meningkatkan frekuensi tanam para petani sekitar.

Dengan meningkatnya frekuensi tanam, maka, produktivitas lahan serta kesejahteraan para petani pun juga akan ikut meningkat.

Selain itu, sebagai bentuk dukungan guna menjadikan Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan nasional, pada Bendungan Paselloreng ini juga dilengkapi dengan bendung irigasi yang bernama Gilireng.

Baca Juga: Kuras Dana Rp2,65 Triliun Bendungan Terbesar di Jawa Barat Ini Beri Kehidupan Bagi 3 Kabupaten di Sekitarnya, Mana Saja?

Berbeda dengan Paselloreng yang dibangun sejak 2015, Bendung Gilireng dibangun pada tahun 2018 dan berada di Desa Laiseng, Kecamatan Gilireng.

Bendung air yang ada di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan dibangun oleh kontraktor PT Adhi Karya – PT Adi Jaya Lima Pradana dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp199,9 miliar.

Bendung Gilireng di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan dibangun dengan desain bertipe mercu bertingkat (cascade) dengan lebar 50 meter dan debit intake sebesar 16,34 meter kubik per detik.

Baca Juga: Guyurkan Cuan Rp160 Miliar, Gedung Polres Khusus IKN Kalimantan Timur Bakal Difasilitasi 3 Teknologi Modern, Apa Saja?

Bersama dengan Bendungan Paselloreng, infrastruktur ini bermanfaat menaikkan intensitas tanam dari 112% menjadi 300% dengan pola tanam padi-padi-palawija.

Pembendung air ini sudah diresmikan secara langsung oleh Presiden Jokowi pada bulan September 2021 silam.

Namun, meski sudah diresmikan dan menjadi salah satu proyek dengan tujuan yang sangat besar, pembangunan dari fasilitas ini meninggalkan rasa pahit di kalangan warga sekitar.

Adapun alasannya adalah karena permasalahan lahan, yakni permasalahan ganti rugi yang belum sempat terselesaikan pada tahun 2021 silam, tahun yang sama dengan fasilitas ini diresmikan.

Baca Juga: Dibangun di Teluk Bintuni, Proyek Kilang Gas Alam Cair Senilai Rp72,45 Triliun Ini Bakal Serap 85 Persen Tenaga Kerja dari Papua Barat

Selain itu, baru-baru ini juga telah ditetapkan enam orang tersangka atas kasus korupsi pembebasan lahan proyek Bendungan Paselloreng.

Perlu diketahui, kasus ini terjadi akibat para tersangka mencairkan uang ganti rugi pembebasan lahan atas eks lahan Kawasan Hutan Produksi Tetap yang merupakan milik negara.***

Rekomendasi