Telan Rp121,9 Miliar, 607 Hunian Tak Layak di Kawasan Danau Toba Sumut Ini Diubah Jadi Homestay Modern Khas Suku Batak

inNalar.com – Salah satu program yang telah dilaksanakan oleh Kementerian PUPR dalam mendorong pertumbuhan Destinasi Pariwisata Super Prioritas atau DPSP Danau Toba, Sumatera Utara adalah Sarhunta.

Program Sarhunta atau Sarana Hunian Pariwisata ini dilakukan dengan melakukan renovasi hunian tidak layak huni menjadi hunian yang berkualitas.

Setidaknya, terdapat 607 hunian warga yang dioptimalkan sebagai sarana pendukung dan peningkatan pariwisata yang berbasis pada prinsip pemberdayaan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Telan Rp6 Miliar, Proyek Jembatan di Karawang Ini Dulunya Mangkrak Kini Dilanjutkan Lagi, Awal 2024 Sudah Bisa Dipakai?

Adapun 607 hunian ini terdiri dari 569 rumah yang dijadikan usaha pondok wisata atau homestay.

Kemudian terdapat pula 30 hunian untuk kios atau kafe, 4 unit toko, 1 unit sanggar, serta 3 rumah untuk usaha pariwisata seperti warung penjual.

Pembangunan ini sendiri menelan anggaran hingga Rp121,9 miliar dengan pelaksananya adalah Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera II.

Baca Juga: BRI Sabet 6 Penghargaan Dealer Utama dari Kemenkeu setelah Sukses Jadi Market Maker Penjualan SBN

Melansir dari laman Kementerian PUPR, Kepala Seksi Wilayah I Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera II, Bramantyo menjelaskan bahwa desain renovasi hunian ini dibuat dengan lebih modern.

Meski begitu, pembangunan yang dilakukan tersebut tidak meninggalkan kearifan lokal dari masyarakat Suku Batak.

Hal ini karena agar nantinya dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin berkunjung maupun menginap di dalamnya.

Baca Juga: Mencari Cuan dari Tren Go Green, Peserta UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023 Ini Berhasil Kirim Produk Kreatif ke Korea

Sarhunta nantinya bisa menjadi salah satu alternatif homstay bagi wisatawan lokal maupun mancanegara ketika ingin berlibur di Danau Toba.

Dengan begitu, rumah-rumah penduduk yang telah dilakukan renovasi ini mampu meningkatkan minat pengunjung untuk datang ke destinasi wisata ini.

Selain itu, mereka juga akan memperoleh kenyamanan yang lebih tinggi ketika menginap karena hunian ini telah ditingkatkan kualitasnya.

Baca Juga: Keruk Rp51 Miliar, Proyek Jembatan di Jawa Barat yang Sempat Mangkrak 4 Tahun Ini Akhirnya Segera Tuntas, Progresnya…

Peningkatan kualitas hunian warga sekitar Danau Toba ini juga telah menjadi program pemerintah untuk mendorong pertumbuhan pariwisata.

Tujuannya, agar nantinya Danau Toba bisa menjadi destinasi wisata unggulan berskala internasional yang tentunya berkualitas, nyaman, dan aman untuk dikunjungi.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berharap agar pembangunan hunian ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar lokasi wisata.

Baca Juga: Disokong Dana Rp400 Miliar, Bengkulu Tengah Bangun SPAM Regional untuk Layani 38 Ribu Sambungan Rumah

Renovasi rumah warga ini dilakukan memakai pola pemberdayaan sehingga masyarakat setempat tidak hanya berperan sebagai penonton pariwisatanya saja.

Akan tetapi, mereka bisa mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih baik di sektor pariwisata ini.

Terlebih, wisatawan nantinya juga akan menikmati Danau Toba di Sumatera Utara dengan pemandangan lebih cantik berkat adanya hunian berkualitas yang berjejer di sekitarnya.***

Rekomendasi