

inNalar.com – Ada yang unik dari pembangunan infrastruktur di Kabupaten Banjar yang tengah digesa oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Keunikannya adalah pihak Pemprov Kalsel diketahui rela gelontorkan dana dengan total Rp50 miliar guna buka akses jalan baru menuju Makam Datu Kalampayan.
Alasan utama pengadaan akses baru menuju makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan ini agar titik kemacetan saat acara besar seperti Haul Guru Sekumpul dapat teratasi.
Jika biasanya titik kemacetan saat kegiatan besar religi, salah satunya agenda ziarah makam, terjadi di wilayah Banjarbaru dan Martapura.
Diharapkan dengan adanya akses jalan yang baru menuju Makam Datu Kalampayan sepanjang 6 kilometer dapat mengurai permasalahan di kedua titik kemacetan tersebut.
Pembiayaan proyek ini sistemnya dicicil menggunakan APBD. Jadi tahun 2022 dana yang disedot dari anggaran sebesar Rp25 miliar, tahun ini pun dianggarkan kembali dengan nominal yang serupa.
Progres pengerjaan jalan menuju makam Datu Kalampayan di Kabupaten banjar ini diungkap oleh pihak PUPR setempat.
Kepala Dinas PUPR Kalsel, Ahmad Solhan mengungkap bahwa progres pembangunan jalan akses menuju wisata religi ini sudah dilakukan pengaspalan sebanyak 3,9 kilometer.
Adapun akses yang bakal dibabat buat bangun jalan tembusan ini totalnya kurang lebih 5,2 kilometer.
Dikutip inNalar.com dari situs Diskominfo Provinsi Kalsel pada Senin, 26 Desember 2023 diungkap secara rinci mengenai progres pembangunannya oleh Kepala Bidang Bina Marga, Azan Syariful Muaz.
“Masih ada sisa yang belum teraspal yakni 1,3 km,” ujar Azan pada Jumat, 11 November 2023.
Harapannya pengerjaan jalan tembusan ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Kabupaten Banjar, setidaknya pada akhir tahun 2023.
Meski sebenarnya target awal penyelesaian proyek pembangunan infrastruktur selebar 20 meter ini rampung di tahun 2024.
Namun Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mengupayakan realisasi bisa selesai lebih cepat.
Oleh karena pembiayaan akses jalur yang baru ini menggunakan APBD, maka penyelesaiannya pun dilakukan secara bertahap sesuai alokasi anggaran dana setiap tahunnya.
Sedikit informasi, jalan tembusan ini dibangun melintasi enam desa mulai dari Desa Sungai Kitano, Akar Baru, dan Akar Bagantung.
Selanjutnya ada pula Desa Munggu Raya, Dalam Pagar Ulu, hingga Kalampayan Tengah.
Sebagai informasi tambahan, proyek pembangunan jalan tembusan menuju makam Datu Kalampayan ini memiliki arti yang cukup penting bagi masyarakat Banjar.
Sebagai gambarannya, pada tanggal 27 April 2023, diketahui ada 600 personil gabungan dari pihak kepolisian dan TNI dikerahkan guna mendampingi dan mengatur arus lalu-lintas kegiatan religi.
Jemaah memadati Desa Dalam Pagar dan teluk Selong dalam rangka Kegiatan Haul ke-217 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor pun menyampaikan kata sambutan sekaligus ikut mengenang jasa ulama Datu Kalampayan yang wafat di usia yang ke-105 tahun.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi