

inNalar.com – Rumah Limas merupakan bangunan tradisional khas daerah Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.
Masyarakat Palembang sendiri tentu sudah tidak asing lagi dengan bentuk dari rumah ini.
Rumah tradisional ini ternyata sempat menjadi ikon tersendiri dalam uang pecahan Rp10.000.
Rumah tersebut didirikan dengan gaya tingkat yang masih sangat khas dengan bangunan pada zaman dahulu.
Material yang dipakai untuk membangun rumah juga masih sangat tradisional. Lantas, seperti apa wujud atau bentuk dari rumah ini?
Bentuk Rumah Limas Khas Palembang
Melansir dari laman Kemenparekraf, Rumah Limas yang ada di Palembang ini berbentuk limas dengan gaya panggung.
Jika sering bertransaksi dengan uang pecahan Rp10.000 yang lama tentu sudah tidak asing dengan wujud rumah tradisional ini.
Hunian khas tersebut dibangun dengan bertingkat. Kumpulan tingkat-tingkatnya ini bahkan disebut oleh masyarakatnya memiliki makna tersendiri.
Rumah tersebut juga sering dijadikan sebagai lokasi pesta pernikahan maupun pelaksanaan acara adat daerah setempat.
Tidak hanya itu, hampir seluruh bagian rumahnya terbuat dari bahan kayu. Tentu pemilihan kayu ini bukan tanpa alasan.
Hal ini karena masyarakat Sumatera Selatan percaya bahwa kayu-kayu yang digunakan memiliki kualitas unggulan.
Kayu-kayu yang dipakai ini bahan tumbuh subur di daerah Palembang sehingga menjadi bahan utama dalam membuat kontruksi bangunan ini.
Baca Juga: Bakal Telan Rp154 Triliun, Megaproyek Jembatan di Selat Sunda Ini Tak Kunjung Digarap, Ini Alasannya
Rumah Limas ini sendiri ada di Museum Balaputra Dewa Sumatera Selatan, yakni Jalan Sriwijaya I No.288 km 5,5 Kota Palembang.
Selain bisa melihat rumah ini pengunjung juga bisa menjelajahi ruang pameran dan koleksi museumnya.
Pasalnya, Rumah Limas yang diabadikan dalam uang kertas ini ada di bagian belakang museum.
Saat pengunjung berada di dekat pintu arah keluar ruang pameran, maka akan terlihat wujud rumah yang sama persis dengan uang pecahan Rp10.000.
Spot inilah yang sering dijadikan para pengunjung sebagai tempat untuk mengambil gambar. Pasalnya, benar-benar terlihat sama dengan gambar di dalam uang pecahannya.
Rumah panggung ini dipilih oleh masyarakat karena zaman dahulunya mereka mendirikan hunian di atas rawa-rawa.
Dengan dibangun memakai gaya panggng, maka masyarakat dapat terhindar dari air rawa dan binatang-binatang rawa. ***