

inNalar.com – Emiten properti PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) atau sering disebut Triniti Land kabarnya mulai ekpansi ke Lampung pada tahun 2023 ini.
Triniti Land melakukan groundbreaking proyek baru dengan nama ‘Holdwell Business Park di Lampung dengan menggandeng emiten Griya Kedaton Indah.
Rencananya, proyek yang dibangun di lahan seluas 13,5 hektare tersebut akan berlokasi di jalur logistik Jawa Sumatera.
Proyek Holdwell Business Park merupakan ‘Business Park Modern’ yang pertama kali dibangun di Pusat Kawasan Bisnis Bandar Lampung.
Holdwell Business Park diketahui juga akan dilengkapi dengan fasilitas yang nyaman dan modern.
Adanya fasilitas tersebut ditujukan agar dapat menjadi penunjang operasional di dalamnya, seperti halnya 24/7 Hours security, double layer gate protection, area komersial, penghijauan dan juga danau.
Berdasarkan penuturan Presiden Direktur TRIN, Ishaq Chandra seperti yang dilansir dari laman IDX, disebutkan bahwa proyek tersebut akan menjadi proyek percontohan di Indonesia.
Sebab, proyek yang diinisiasi oleh Triniti Land ini merupakan proyek terbaru dan yang pertama dibangun di Indonesia.
Diperkirakan, proyek terbaru di Bandar Lampung tersebut akan selesai pada tahun 2028 mendatang.
Adapun alasan PT Perintis Triniti Properti Tbk memilih Lampung sebagai lokasi proyek barunya karena wilayah tersebut memiliki pelabuhan bertaraf internasional.
Terkait besaran anggaran yang digunakan untuk pembangunan proyek ini belum diketahui kepastiannya.
Namun, sebelumnya emiten properti yang seringkali disebut dengan nama Triniti Land tersebut telah mencatatkan transaksi afilasi berupa pinjaman dana sebesar Rp50 miliar.
Berdasarkan informasi data, pinjaman senilai miliaran rupiah itu digelontorkan oleh dua pemegang saham TRIN, yakni PT Intan Investama Internasional dan PT Kunci Daud Indonesia.
Bila dikulik secara rinci, PT Intan Investama Internasional mengucurkan dana pinjaman kepada Triniti Land senilai Rp22,5 miliar.
Sedangkan, PT Kunci Daud Indonesia mengucurkan dana pinjaman kepada TRIN senilai Rp27,5 miliar.
Baca Juga: 3 Jam dari Banjarmasin, Pasar Apung di Kalimantan Selatan Ini Masih Berlakukan Sistem Barter
Dana yang diperoleh tersebut kabarnya akan segera digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan dan persiapan proyek baru di Lampung. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi