Pastikan Keselamatan 24.000 Pekerja, Perusahaan Tambang Batu Bara di Kalimantan Timur Ini Terapkan 2 Teknologi AI, Apa Aja?

inNalar.com – Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang tambang batu bara di Indonesia adalah PT Berau Coal.

PT Berau Coal merupakan kontraktor penambangan batu bara pertama di Indonesia yang mengoperasikan wilayah konsesi di Berau, Kalimantan Timur.

Perusahaan ini juga berkomitmen untuk menambah nilai bagi sumber daya, pemerintah, hingga pemegang sahamnya.

Baca Juga: Sering Terkena Banjir, Proyek Jembatan Double Box di Jabar yang Membentang di Atas Sungai Ini Akhirnya Rampung, Panjangnya…

Berau Coal berlokasi sekitar 300 km utara dari ibukota Provinsi Kaltim yaitu Samarinda.

Tidak hanya di bidang pertambangan, perusahaan ini juga bergerak di bidang lain seperti perdagangan, transportasi, jasa, konstruksi, dan sebagainya.

Melansir dari akun Instagram Kementerian ESDM, teknologi AI canggih yang diterapkan di perusahaan ini adalah Mining Eyes serta Driving Monitoring System.

Baca Juga: Inter Milan Full Senyum, Hakan Calhanoglu Pilih Bertahan Meski Diiming-imingi Mahar Fantastis Klub Liga Arab Saudi

Mining Eyes yang diterapkan pada perusahaan ini adalah sebuah pengawasan aktivitas penambangan dengan memanfaatkan CCTV.

Nantinya, CCTV tersebut telah terintegrasi secara khusus dengan Mining Analityc dalam jarak jauh.

Kehadiran teknologi canggih ini dapat berfungsi untuk melakukan monitoring dan melaporkan gerakan manusia yang ada di luar kabin, jarak iringan Light Vehicle (LV), maupun alat berat lain.

Baca Juga: Serap Rp15 Triliun! Maluku Utara Cetak Sejarah Usai Punya Pabrik Nikel Terbesar, Tapi Produksinya Cuma…

Inovasi teknologi tersebut dipakai untuk memastikan keselamatan bagi 24.000 pekerja.

Dengan begitu, kegiatan operasi pertambangan dapat dilakukan secara produktif dan tentunya aman.

Teknologi lainnya yang dipakai adalah Driving Monitoring System atau yang sering disebut dengan istilah DMS.

Baca Juga: Megaproyek Rp45 Miliar Diduga Pakai Barang Bekas! Pembangunan Bandara Internasional di Maluku Utara Tak Sesuai Standar?

Merupakan sebuah teknilogi berbasis AI yang berfungsi untuk melakukan monitoring para pengemudi kendaraan di area pertambangan.

DMS nantinya dapat melakukan pendeteksian kelelahan serta pengemudi yang kurang aman dalam berkendara.

Contohnya saat driver sedang minum, makan, mengoperasikan hp, hingga mengendara memakai mata yang tertutup.

Baca Juga: Telan Dana Rp51 Miliar, Jembatan di Karawang Sepanjang 130 Meter Ini Akhirnya Diresmikan, Tahan Beban Kendaraan Hingga 8 Ton

Selain itu, teknologi ini dapat mendeteksi pengemudi yang sedang menengok dan menguap.

Nantinya, proses deteksi ini dikirim langsung secara otomatis kepada pengawas saat driver melakukan pelanggaran tersebut.

Tentu menjadi salah satu kebanggaan tersendiri bagi PT Berau Coal yang telah berhasil menerapkan teknologi AI.

Baca Juga: Kuras Rp2,26 Triliun, Proyek Bendungan di Gorontalo Ini Diramalkan Mampu Tangkal Banjir 414 M3 per Detik, Rampung 2024?

Terlebih fungsinya pun tergolong cukup vital dalam mengoperasikan tambang batu bara di Kalimantan Timur. ***

 

Rekomendasi