

inNalar.com – Kementerian PUPR lewat Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu berkomitmen untuk melakukan rehabilitasi jaringan Daerah Irigasi atau DI Gumbasa akibat terdampak gempa dan likuifaksi 5 tahun lalu.
Terlebih DI Gumbasa ini memiliki peran yang sangat potensial dalam mengairi lahan pertanian sehingga menjadi prioritas penting untuk difungsikan kembali setelah gempa.
Sebelumnya, telah dilakukan rehabilitasi bendung dan saluran daerah irigasi untuk area pertanian seluas 1.070 hektare yang sudah rusak akibat gempa di 28 September 2018 lalu.
Saat ini sendiri tengah dilanjutkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi saluran irigasi tahap II yang ditargetkan rampung di tahun 2023 ini.
Diharapkan dengan adanya pembangunan ulang ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Dengan begitu, mereka tetap bisa mengaliri lahan-lahan dengan berbagai jenis hasil pertanian.
Selain itu, beberapa fasilitas pendukung yang dibangun nantinya juga dapat dirasakan langsung manfaatnay bagi penduduk daerah ini.
Melansir dari laman Kementerian PUPR, DI Gumbasa terletak di lembah Palu yang memanjang mulai dari kaki hulu Sungai Gumbasa kemudian menuju Sungai Kawatuna, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
DI Gumbasa sendiri dapat melayani sebanyak 5 kecamatan yang ada di Kota Palu serta Kabupaten Sigi.
Seperti Kecamatan Gumbasa, Dolo, Sigi Biromaru, Tanambulaya, serta Palu Selatan. Seluruh area ini memiliki luas irigiasi potensial sekitar 8.180 hektare.
Awalnya, DI Gumbasa sudah dibangun sejak tahun 1931 lalu yang hanya merupakan sebuah free intake yang airnya berasal dari Sungai Gumbasa.
Selanjutnya, dilakukan pembangunan bendung permanen pada tahun 1976 oleh Departemen PU.
Untuk progres pembangunan tahap II daerah irigasi yang telah berjalan sendiri terdiri dari 4 paket. Berikut rinciannya:
Paket Pertama
Paket Kedua
Paket Ketiga
Paket Keempat
Untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi DI Gumasa ini sendiri juga melibatkan para petani.
Mereka tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air atau P3A untuk mengerjakan unit beton di jaringan tersier.
Saat ini pekerjaan sudah mencapai 80 persen dengan luas area yang diairi mencapai 2000 hektar.
DI Gumbasa diharapkan dapat selesai di akhir Desember 2023 ini sehingga mampu melayani sekitar 5.800 hektare lebih. ***