

inNalar.com – Tidak hanya di Ibukota, kini Provinsi Kalimantan Selatan memiliki Jembatan Penyeberangan Orang atau JPO ikonik terbaru di Kota Banjarbaru.
Usai peresmiannya, seketika jembatan ini menjadi salah satu spot favorit warganya lantaran desain modern futuristik yang meliputinya.
Pasalnya infrastruktur ini dihiasi dengan lampu temaram yang semakin indah di malam hari dipadukan dengan penyangga membentuk lorong serta lintasan kayu estetik.
Meski tampak telah nyaman dilintasi oleh masyarakat, rupanya di balik perjalanan pembangunan infrastruktur ini sempat mendapatkan hujan kritikan dari beberapa pihak.
Kritikan terhadap keberadaan infrastruktur ini salah satunya datang dari pihak legislatif yang mengungkapkan bahwa anggaran proyek yang dihabiskan terlalu fantastis.
Nilai anggaran yang tersedot banyak dinilai riskan menjadi proyek mubazir pemerintah kota dan mempertimbangkan urgensi pengadaannya.
Sebagai informasi, Proyek Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Banjarbaru ini menelan anggaran sebesar Rp3,5 miliar.
Adapun dari sisi pentingnya infrastruktur ini, Kepala Bidang Marga Dinas PUPR Kalsel pun telah mempertimbangkan kajian terkait seberapa sering warganya melintasi jalan di lokasi proyek pembangunan.
Pihaknya mengungkap bahwa dalam kurun waktu satu jam, terdapat 50 kali lebih aktivitas penyeberangan yang dilakukan oleh pengguna jalan.
Berdasarkan pertimbangan inilah pihak Pemerintah Kota Banjarbaru tetap melanjutkan proyek JPO ini di Jalan Ahmad Yani Km 34.
Adapun pembangunan diketahui mulai berjalan di Bulan Maret 2022 hingga akhirnya infrastruktur ini rampung digarap.
Usai hampir 10 bulan digarap, akhirnya JPO ini berhasil diresmikan oleh Wali Kota Banjarbaru, H. M. Aditya Mufti Ariffin pada Kamis, 5 Januari 2023.
Dengan adanya infrastruktur ini, para siswa yang bersekolah di SMP 1 dan SMA 1 Banjarbaru dapat menyeberang dengan nyaman.
Dapat dikatakan, jembatan ini menjadi JPO pertama di daerahnya sekaligus membayar kerinduan masyarakat karena sudah lama infrastruktur ini tidak hadir di Kalimantan Selatan.
Sebelumnya Banjarmasin diketahui juga pernah memiliki jembatan penyeberangan di sekitar kawasan Mitra Plaza.
Namun konstruksi jembatan yang berlokasi di Jalan Pangeran Antasari tersebut dibongkar pada tahun 2019.
Melansir dari situs Pemkab Banjarbaru, pihak pemerintah terus meng-upgrade fasilitasnya sesuai dengan saran dan kritikan dari masyarakat.
Pihak pemerintah kota diketahui melakukan pemasangan rambu khusus hingga desain jalur JPO yang disesuaikan agar pengguna disabilitas juga bisa ikut menggunakannya.
Fasilitas tempat sampah pun akan disebar di beberapa titik agar para pelintas jalan juga bisa ikut serta menjaga kebersihan fasilitas penyeberangan ini.***