

inNalar.com – Pembangunan Bendungan Lolak di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara kabarnya telah dirampungkan oleh Kementerian PUPR.
Pembuatan bendungan yang berlokasi di Provinsi Sulawesi Utara tersebut merupakan salah satu dari 61 proyek yang dibangun dan diselesaikan antara tahun 2015 sampai dengan 2024.
Dikonfirmasi bahwa luas area genangan dari infrastruktur tersebut adalah sebesar 101 hektar.
Adapun daya tampung dari proyek Bendungan Lolak diketahui kurang lebih sebesar 16,23 juta meter kubik.
Kontrak pembangunan tampungan air seluas 101 hektar tersebut diketahui dibagi menjadi dua paket, yakni paket pertama dan paket kedua.
Paket pertama pembangunan menurut informasi dikerjakan oleh kontraktor PT.Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) Tbk dengan nilai kontrak yang diyakini sebesar Rp830 miliar.
Sedangkan, menurut informasi yang dikutip dari Antara, paket kedua pembangunan Bendungan Lolak di Sulawesi Utara dikontraktori oleh PT. PP (Persero) Tbk – PT. Asfhri Putralora (Kerja Sama Operasi/KSO).
Untuk paket pembangunan kedua ini digelontorkan dana anggaran sebesar Rp821 miliar.
Jadi jika dijumlahkan, nilai anggaran yang digunakan untuk menyelesaikan proyek besar tersebut kurang lebih senilai Rp1,6 triliun.
Adapun lingkup pekerjaan dari kedua kontraktor tersebut adalah sebagai berikut.
Untuk PT Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) Tbk mengerjakan pekerjaan galian tanah, kemudian dilanjut pekerjaan temporary cofferdam.
Tidak hanya itu saja, pekerjaan paket 1 ini juga harus menyelesaikan pekerjaan timbunan main cofferdam, serta pekerjaan instrumentasi.
Sedangkan, untuk lingkup pekerjaan paket dua, meliputi pekerjaan bangunan pengelak, pekerjaan bangunan intake, dan pekerjaan hidromekanikal.
Ditargetkan, infrastruktur senilai Rp1,6 triliun yang berlokasi di Provinsi Sulawesi Utara ini dapat beroperasi pada awal tahun 2024.
Tidak hanya sebagai pengendali banjir, dipastikan Bendungan Lolak di daerah Bolaang Mongondow juga dapat menjadi penyedia air irigasi untuk daerah pertanian seluas 2.214 hektar.
Selain itu, rencananya proyek tersebut juga akan dijadikan destinasi wisata baru daerah, sehingga perekonomian di Sulawesi Utara dapat berkembang pesat. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi