

inNalar.com – Bendungan Budong-budong yang berada di Desa Salulebo, Kecamatan Topoyo, Kabuapten Mamuju Tengah ini merupakan bendungan pertama di Sulawesi Barat.
Namun, meski memiliki banyak manfaat, pembangunan dari Bendungan Budong-budong justru membuat beberapa warga mengalami kerugian.
Dilansir dari Setkab, bendung air yang berada di Desa Salulebo ini memiliki kapasitas tampung sebesar 65,18 juta meter kubik.
Bendung air ini juga dapat mengaliri air ke Daerah Irigasi (DI) seluas 3.577 hektare.
Adapun daerah layanan dari pembendung air ini meliputi DI Tobadak, Sulobaja, Bambadaru, Sallogata, Tinali, Barakkang, dan Lembah Hada.
Selain itu, pembendung air ini juga memiliki potensi untuk menyalurkan air baku sebesar 410 liter per detik.
Tidak hanya itu, bendung air ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengurangi atau mereduksi banjir di Kecamatan Budong-budong, Topoyo, dan Karossa.
Debit banjir yang awalnya sebesar 341,59 meter kubik per detik dapat dikurangi menjadi 106,76 meter kubik per detik dengan memanfaatkan Bendungan Budong-budong.
Namun, meskipun bendung air ini memiliki banyak sekali manfaat, dalam proses pembangunannya, fasilitas ini justru merugikan masyarakat.
Salah satu orang yang dirugikan oleh pembangunan bendung air ini adalah seorang warga Kecamatan Topoyo.
Lahan milik warga Kecamatan Tomoyo, Mamuju Tengah yang bernama Ramli ini termasuk ke dalam lahan yang digunakan untuk pembangunan.
Lahan miliknya tersebut sebelumnya adalah perkebunan sawit dengan luas kurang lebih dua hektar.
Namun, meski lahan yang digunakan untuk pembangunan Bendungan Budong-budong tersebut sangat luas, harga yang diberikan oleh pemerintah kepada Ramli hanya sebesar Rp56 juta pada awal Januari 2023 lalu.
Selain Ramli, juga masih ada setidaknya 14 warga lain yang tidak setuju dengan harga yang diberikan sebagai ganti rugi pembangunan.
Selain itu, pada September 2023 lalu, pembangunan bendung air ini sempat terhenti karena adanya aksi protes dari warga.
Protes yang dilakukan oleh warga ini dilakukan untuk menuntut pembayaran ganti rugi lahan yang belum dibayarkan.
Bendungan Budong-budong sendiri diperkirakan akan selesai pada tahun 2024 setelah sebelumnya ditargetkan selesai pada Desember 2023.
Dana yang dihabiskan untuk membangun proyek infrastruktur sumber daya air ini adalah sebesar Rp1,02 triliun.***