Guyurkan 170 Juta Dolar AS, PSAB Sudah Kantongi Proyek Tambang Emas Jumbo di Sulawesi Utara, Mulai Beroperasi Tahun…

inNalar.com – PT J Resources Asia Pasifik Tbk atau PSAB merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan emas nasional.

Perusahaan ini sendiri menargetkan tambahan produksi emas dan penjualan di tahun 2025 mendatang berkat asetnya yaitu Tambang Doup.

Tambang Doup ini ditargetkan akan segera produksi pada akhir tahun 2024 nanti.

Baca Juga: Gandeng China, Smelter Nikel Rp6 Triliun di Kalimantan Selatan Ini Mampu Serap 10 Ribu Pekerja, Kapan Rampung?

Adapun pengelolanya yaitu anak Usaha PSAB, PT Arafura Surya Alam atau Asa yang ada di Bolaang Mongodow Timur, Sulawesi Utara.

Melansir dari Antara, Edi Permadi selaku Direktur Utama PSAB mengungkapkan bahwa proyek ini akan memberikan kontribusi yang sangat signifikan bagi kinerja perusahaan.

Hingga saat ini sendiri progresnya telah mencapai 30-40 persen. Nantinya akan dibangun juga pabrik pengolahan dengan kisaran kapasitas mencapai 2 juta ton batu.

Baca Juga: Raup Pendapatan Bersih Rp27,76 Triliun, ITMG Catat Penjualan Batu Bara Tembus 15,3 Juta Ton di Kuartal III 2023

Sedangkan untuk total konsesinya hingga 4.000 hektare. Akan tetapi, sebagai awalan perusahaan ini akan mengerjakan area sekitar 500 sampai 600 hektare.

Proses produksinya sendiri dilakukan pada kuartal IV tahun 2024 nanti.

Tambang Doup diproyeksikan dapat beroperasi selama sekitar 15 tahun ke depan.

Baca Juga: Laba Bersih UNTR Nyusut Rp4 Triliun, United Tractors dan Anak Usahanya Masih Kompak Caplok Saham Danusa Tambang, Terungkap Ini Alasannya

Tidak heran jika dapat memberikan kontribusi yang cukup panjang. Terlebih nantinya juga akan dilakukan eksplorasi lanjutan untuk mendapatkan tambahan cadangan.

Adapun total biaya investasi yang diguyurkan dalam proyek ini sendiri senilai 160 sampai dengan 170 juta dolar AS.

Sampai saat ini, PSAB sendiri telah mengeluarkan dana sebanyak 50 juta dolar AS sejak dimulainya proyek di tahun 2021 lalu.

Baca Juga: Ada Sejak 700 Tahun Lalu, Desa di Belitung Timur Ini Jadi Wisata Tambang Timah dan Intan Hitam, Dibuka Mulai…

Proyek ini nantinya dapat memberikan kontribusi besar sampai dengan tahun 2025 nanti.

Adi Maryono selaku Direktur J Resources mengungkapkan bahwa produksi di proyek ini bisa mencapai 50.000 ounces emas setiap tahunnya.

Selain itu, tentu saja PSAB tetap menjaga tingkat produksi emas yang ada di tambang emas Bakan, Sulawesi Utara.

Baca Juga: Berkapasitas 18,7 kWp, PLTS Irigasi di Sumatera Barat Ini Sukses Pasok Air ke 115 Petani, Hasil Panennya Naik Jadi…

Pada area tambang ini sendiri bisa memproduksi hingga 80.000 ounces emas secara stabil.

Kemudian diharapkan pada tahun 2025 nanti dapat memproduksi dari tambang Bakan dan Doup secara penuh.

Untuk kuartal III tahun 2023 sendiri perusahaan ini telah sukses memproduksi emas sebesar 50.151 ounces. Adapun penjualannya sebanyak 49.198 ounces.

Baca Juga: Pangkas 618,5 Ton Emisi Karbon, PLTS Milik Perusahaan Tambang Batu Bara PTBA Ada di Dua Lokasi Berbeda, Setara Tanam 847 Pohon?

Adi sendiri optimis di sepanjang tahun ini produksinya bisa melebihi target mencapai 80.000 hingga 89.000 ounces.

Sedangkan jumlah pendapatan bersih di kuartal III tahun ini sendiri sebesar 93 juta dolar AS. Untuk pendapatan kotornya senilai 51,2 juta dolar AS.

PT J Resources Asia Pasifik Tbk juga optimis mampu mencapai target produksi hingga 100.000 ounces di sepanjang tahun 2023 ini.

Baca Juga: Habiskan Rp1,02 Triliun, Bendungan Pertama di Sulawesi Barat Ini Justru Rugikan Warga, 2 Ha Tanahnya Hanya Dihargai…

Terlebih harga komoditi emas juga tergolong cukup tinggi sehingga mampu memberikan nilai tambah terhadap kinerja tahunan perusahaan. ***

Rekomendasi