Berkapasitas 18,7 kWp, PLTS Irigasi di Sumatera Barat Ini Sukses Pasok Air ke 115 Petani, Hasil Panennya Naik Jadi…

inNalar.com – Desa Talawi Mudik merupakan salah satu daerah yang kaya akan area persawahan.

Desa ini sendiri terletak di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat yang saat ini telah memiliki PLTS irigasi.

Pembangunan pembangkit listrik ini tentu sangat berjasa mengingat sekarang ini petani bisa memproduksi banyak jenis tanaman.

Baca Juga: Pangkas 618,5 Ton Emisi Karbon, PLTS Milik Perusahaan Tambang Batu Bara PTBA Ada di Dua Lokasi Berbeda, Setara Tanam 847 Pohon?

Seperti kangkung, jagung, hingga padi yang tumbuh dengan sangat subur.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Desa Talawi Mudik ini sendiri dibangun oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Merupakan perusahaan tanah air yang beroperasi di sektor pertambangan batu bara.

Baca Juga: Habiskan Rp1,02 Triliun, Bendungan Pertama di Sulawesi Barat Ini Justru Rugikan Warga, 2 Ha Tanahnya Hanya Dihargai…

Melansir dari laman resmi PTBA, PLTS tersebut berfungsi untuk menggerakkan pompa irigasi. Adapun kapasitasnya mencapai 62 hektare area persawahan.

Dengan memanfaatkan pembangkit listrik ini, masyarakat setempat bisa mendapatkan air di sepanjang tahunnya.

PLTS irigasi ini sendiri dibangun sejak tahun 2019 lalu. Adapun kapasitasnya sebesar 18,7 kiloWatt-peak (kWp) dengan banyak manfaat.

Baca Juga: Kantongi Cuan Rp1,43 Triliun, Perusahaan Tambang Emas Ini Punya 3 Area Produksi Jumbo, Salah Satunya Ada di Malaysia?

Baik itu bagi masyarakat setempat maupun para petani yang menanam di area persawahan desa.

Pembangkit listrik ini telah memberikan manfaat bagi sekitar 460 penduduk lokal yang terdiri dari 345 anggota keluarga serta 115 petani.

Dahulu sebelum adanya pembangkit listrik ini para petani sekitar hanya memiliki total hasil panen sekitar 248 ton padi di 62 hektar lahannya per tahun.

Baca Juga: 5 Tahun Mangkrak, Akhirnya Megaproyek Jembatan Rp2 Triliun Tanah Bumbu-Kotabaru Kalimantan Selatan Dilanjutkan, Rampung Tahun…

Hal ini karena petani setempat hanya mengandalkan tadahan air hujan saja sehingga hanya bisa panen satu kali per tahunnya.

Setelah adanya pembangkit listrik ini, hasil panen para petani dapat meningkat hingga berkali lipat.

Para petani di desa ini mampu memperoleh hasil panen sekitar 1.000 ton per tahun dengan intensitas panen sebanyak 3 kali.

Baca Juga: Sempat Terendus Kejanggalan, Perbaikan Jembatan Kontroversial Senilai Rp20,8 Miliar di Tuban Jawa Timur Ini Ditarget Selesai Desember 2023, Tapi…

Tidak heran jika dengan adanya pembangkit listrik tersebut menjadikan para petani mampu menanam lahan mereka di sepanjang tahunnya.

Selain itu, pembangkit yang dibangun ini juga sangat membantu petani dalam memproduksi padi maupun palawija.

Para peternak dan masyarakat sekitar juga terbantu dengan adanya aliran air yang tidak pernah putus.

Baca Juga: Genggam Dana Rp1,54 T, Proyek Smelter Aluminium ADMR di Tanah Kuning Kalimantan Utara Dikejar Target Usai Gaet Hyundai

Kondisi PLTS irigasi di desa ini sendiri sampai sekarang masih terawat dan berfungsi dengan baik.

Masyarakat juga berinisiatif mengumpulkan dana khusus untuk merawat PLTS tersebut secara gotong royong.***

 

Rekomendasi