Luasnya Lebih dari 20 Hektar, Smelter Nikel Rp69 Triliun di Sulawesi Tenggara Ini Mampu Serap 12 Ribu Tenaga Kerja?

InNalar.com – Kabupaten Kolaka di Sulawesi Tenggara (Sulteng) merupakan salah satu daerah yang kaya akan sumber daya mineral.

Sebab di daerah tersebut menyimpan nikel dengan cadangan yang cukup melimpah.

Bahkan kini di daerah tersebut terdapat pula smelter nikel terbesar di dunia.

Baca Juga: Serap 2.320 Pekerja! Pabrik Kelapa Sawit Rp2 T di Kalimantan Selatan Diklaim Mampu Tingkatkan Devisa Negara, Benarkah?

Bagaimana tidak, sebab produksi dari pabrik pengolahan itu saja mampu menghasilkan hingga 120 ribu ton per tahun.

Maka tak heran jika selama membangun pabrik pengolahan mineral tersebut, investasinya besar-besaran.

Dilansir InNalar.com dari Antara, investasi yang dikucurkan mencapai Rp69 triliun.

Baca Juga: Guyurkan 170 Juta Dolar AS, PSAB Sudah Kantongi Proyek Tambang Emas Jumbo di Sulawesi Utara, Mulai Beroperasi Tahun…

Adapun yang mengelola smelter nikel ini adalah PT Vale Indonesia Tbk di Blok Pomalaa.

Sementara itu, bahkan pabrik penghasil High Pressure Acid Leaching (HPAL) ini juga diklaim oleh Luhut jadi yang terbesar saat melakukan peresmian pada tahun 2022.

Selain memproduksi sebanyak 120.000 ton nikel per tahun, tempat pemurnian milik PT Vale Indonesia juga menghasilkan 15.000 ton kobalt per tahunnya.

Baca Juga: Gandeng China, Smelter Nikel Rp6 Triliun di Kalimantan Selatan Ini Mampu Serap 10 Ribu Pekerja, Kapan Rampung?

Sekedar informasi, dengan adanya pabrik pengolahan ini, bahkan membuat terbukanya juga lapangan pekerjaan.

Diperkirakan sebanyak 12 ribu tenaga kerja dibutuhkan agar dapat mengoperasikan pabrik serta tambang yang ada di daerah kabupaten Kolaka.

Jumlah tenaga pekerja sebanyak itu nampaknya sesuai dengan lahan areal yang tersedia di daerah Sulawesi Tenggara ini.

Baca Juga: Ada Sejak 700 Tahun Lalu, Desa di Belitung Timur Ini Jadi Wisata Tambang Timah dan Intan Hitam, Dibuka Mulai…

Sebab Pomalaa sendiri memiliki luas lahan lebih dari 20.000 hektar.

Pada lahan seluas 20 ribu hektar tersebut, nantinya akan terbagi menjadi 3 bagian.

Adapun 3 bagian itu meliputi area tambang, smelter nikel, dan port atau pelabuhan di Blok Polamaa.

Baca Juga: Habiskan Rp1,02 Triliun, Bendungan Pertama di Sulawesi Barat Ini Justru Rugikan Warga, 2 Ha Tanahnya Hanya Dihargai…

Seperti yang diketahui, dengan mengolah nikel yang terdapat di daerah Sulawesi Tenggara ini, maka nantinya hasil olahan tersebut dapat digunakan di bahan baterai listrik. ***

 

Rekomendasi