

inNalar.com – Geliat pembangunan infrastruktur di IKN Kalimantan Timur ini seolah menjadi pesta proyek bagi PT Waskita Beton Precast, Tbk.
Bagaimana tidak, pemilik kode perusahaan WSBP ini berhasil merangkul sembilan proyek IKN hingga total nilai kontraknya mencapai Rp363,48 miliar.
Suplai produk readymix dalam sejumlah proyek garapannya telah dilakukan sejak akhir Januari 2023.
Seketika pendapatan usahanya langsung meroket hingga Rp642 miliar pada enam bulan pertamanya.
Sumbangan terbesar pemasukannya ternyata berasal dari suplai readymix, yakni mendominasi 48 persen, yang menjadi bagian dari kontrak suplai WSBP dalam proyek Ibu Kota Nusantara.
Sementara sisanya berasal dari suplai beton pra-cetak sebesar 31 persen dan jasa konstruksi sebesar 21 persen.
Baca Juga: Pemilu 2024 Libatkan 204 Juta Pemilih di 38 Provinsi, Jokowi Tegas Imbau KPU Harus Jujur dan Adil!
Namun tampaknya performa keuangan yang melesat belum cukup mampu memantik harga saham PT Waskita Beton Precast, Tbk.
Pasalnya selama enam bulan pertama di tahun 2023, pergerakan harga saham WSBP masih terlihat stagnan di harga Rp50 per lembar.
Goyangan kisaran harganya selama setahun terakhir tampak tidak jauh dari kisaran harga Rp50 – 95 per saham.
Bahkan harga saham per Sabtu, 30 Desember 2023 masih terpantau mager di harga gocap.
Dalam setahun terakhir terlihat adanya kemerosotan harga saham yang menembus 47,37 persen.
Volume saham tertinggi yang diperdagangkan Waskita beton pada Bulan Desember ini hanya menembus 287.500 saham.
Kapitalisasi pasar atau jumlah nilai seluruh saham yang diperdagangkan perusahaan senilai Rp2,73 triliun.
Capaian progres 90 persen dari implementasi restrukturisasi keuangan bakal jadi strategi yang terus digenjot emiten ini.
Kondisi banjir proyek di Ibu Kota Nusantara pun akan sangat menguntungkan bagi anak perusahaan Waskita Karya, mengingat emiten ini tengah hadapi tekanan besar kemerosotan kinerja keuangannya.
Siapa tahu performa harga saham perusahaannya akan terpantik dengan adanya performa kinerja perusahaan yang semakin membaik.
Sebagai informasi, perusahaan ini tengah berjuang keras dalam memulihkan performa kinerja keuangannya.
Dalam laporan keuangan perusahaan pada kuartal III Tahun 2023, emiten ini tercatat alami tekor modal sebesar Rp1,18 triliun, dikutip dari IDX.
Catatan utang bank yang menggunung hingga Rp671 miliar pun sempat menjadi banyak sorotan usai adanya layangan gugatan Bank DKI.
Meski begitu, pihaknya telah berhasil membayar Rp152,2 miliar untuk kreditur prioritas melalui sistem pembayaran Cash Flow Available for Debt Service (CFADS) beserta deretan strategi penyesuaian lainnya.
Adapun untuk performa pendapatannya, Waskita Beton catatkan revenue sebesar Rp1 triliun, terlihat merosot dari tahun sebelumnya.
Pada tahun sebelumnya, WSBP tercatat berhasil meraih pendapatan sebesar Rp1,4 triliun.***