

inNalar.com – Pulau Penyengat merupakan salah satu pulau yang ada di Provinsi Riau.
Berbicara mengenai sejarah, Pulau Penyengat merupakan hadiah dari Sultan Mahmud kepada sang Istri Engku Putri Raja Hamidah pada tahun 1805.
Secara administratif, Pulau Penyengat berlokasi di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Pada pulau ini dibangun beberapa benteng dan salah satunya adalah benteng Bukit Kursi.
Pembangunannya dilakukan pada abad ke-18 dan dianggap sebagai sarana pertahanan utama.
Dilansir inNalar.com dari laman Kebudayaan Kemendikbud, Benteng Bukit Kursi dianggap sebagai sarana pertahanan utama karena menghadap ke tapak dermaga lama maupun tapak dermaga sultan.
Benteng Bukit Kursi berada tepat di sebuah bukit dan menjadi bagian dari benteng pertahanan yang memiliki denah pola segi empat.
Bangunan pertahanan ini terbuat dari susunan pasangan batuan alam bauksit.
Selain itu, ukurannya sekitar 92,38 m x 74,73 m atau 6903,55 meter persegi membuat area benteng ini sangat luas.
Dikelilingi parit sedalam kurang lebih 3 meter dan dilengkapi dengan 8 meriam.
8 meriam tersebut ditempatkan disemua bastion, masing-masing 2 buah meriam ditempatkan di bastion sisi barat daya, barat laut, dan timur laut.
Sementara itu, di bastion sisi tenggara dan bagian tengah dinding utara masing-masing 1 buah meriam.
Meskipun bangunannya menggunakan material alam, tetapi apabila melihat kompleksitas sarana bangunan tersebut seperti parit, bastion dan meriam diketahui bahwa benteng ini merupakan sentral pertahanan Pulau Penyengat.
Selain itu, pemilihan lokasi Benteng Bukit Kursi berada di bukit tentu memberikan keuntungan bagi pihak yang bertahan dan untuk mengawasi pergerakan musuh, posisi lebih tinggi juga memudahkan untuk memberikan tembakan langsung pada musuh.
Maka dari itu, keberadaan benteng ini dianggap sebagai simbol ketahanan dan kekuatan di Pulau Penyengat. ***