

inNalar.com – Ada salah satu tambang batu bara milik anak perusahaan Bumi Resources yang cukup diandalkan di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Paling nyata terasa dampaknya adalah PLTU Asam Asam, setengah dari pasokan total tambang di Tanah Laut ini setengahnya dipasok ke infrastruktur ini.
Jadi apabila site tambang mampu produksi 3 juta ton, maka setengahnya akan didistribusikan ke pembangkit listrik ini.
Bahkan Tambang Asam Asam jadi satu-satunya pemasok energi bagi PLTU berkapasitas 260 megawatt ini.
Adapun manfaat aliran listrik dari pembangkit listrik ini digunakan untuk menerangi wilayah Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Meski begitu, PT Arutmin Indonesia selaku perusahaan pemilik izin pertambangan Site Asam Asam ini rupanya juga memiliki konsesi lainnya di Tanah Laut.
Artinya dalam satu kabupaten, konsesinya mencakup Asam Asam dan Kintap, tetapi tambang yang kedua ini berfokus pasok energi ke PLTU yang ada di Pulau Jawa.
Lantas, berapa simpanan cadangan site andalan Arutmin Indonesia ini?
Diperinci melalui laporan kinerja Bumi Resources per September 2023, rupanya Tambang Batu Bara Asam Asam memiliki simpanan sebesar 298,4 juta ton.
Sedikt rincian mengenai site andalan Kabupaten Tanah Laut ini area konsesinya diketahui berada di Desa Asam Asam, tepatnya di Kecamatan Jorong.
Pada dasarnya kemampuan kapasitas produksinya bisa mencapai 8 juta ton setiap tahunnya.
Adapun yang menjadi spesial dari tambang yang satu ini adalah karena produknya dimasukkan ke dalam kategori ramah lingkungan.
Disebut ramah lingkungan atau bermerek dagang ‘Ecocoal’ ini karena kandungan kalorinya disebut rendah.
Tambang Asam Asam memiliki kandungan kalori rendah sebesar 4.200 GAR yang setiap tahunnya semakin diminati produknya.
Melansir dari situs Minerba ESDM, rupanya kelebihan dari produk ini adalah biaya operasional penambangan batu bara muda dapat lebih ekonomis dan teknisnya lebih mudah.
Namun harga jualnya pun diketahui juga menjadi murah. Arutmin Indonesia sendiri pernah menjadi satu-satunya pemasok produk ecocoal di Indonesia.
Bahkan produk batu bara muda ini pernah berhasil diproduksi dari Site Asam Asam hingga 2,4 juta ton.
Sebab harga murahnya, ternyata produk ini sempat tidak mendatangkan peminat dari para pelanggan.
Seiring berjalannya waktu dengan adanya penilaian klaim ramah lingkungan ini malah justru tambang ini semakin berkembang dan menguat hingga sekarang.
Sebagai informasi tambahan, PT Arutmin memiliki kapasitas produksi batu bara paling besar bukan dari tambang ini, melainkan dari site Batu Licin yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu.
Kemampuan maksimal produksi Tambang Batulicin tercatat bisa sampai 15 juta ton setiap tahunnya. ***