Guyurkan Capex 20 Juta USD, KEEN Berhasil Akuisisi PLTM Ordi Hulu di Sumatera Utara dengan Kapasitas Energi Listrik 10 Megawatt

inNalar.com – Kencana Energy (KEEN) tercatat sebagai perusahaan yang kini terus berkomitmen dalam menghasilkan proyek energi baru terbarukan atau EBT di Tanah Air.

Perusahaan ini sendiri berhasil mengakuisisi Pembangkit Listrik Mikro Hidro atau PLTM Ordi Hulu.

Lokasinya ada di kawasan Pakpak Bharat, Provinsi Sumatera Utara.

Baca Juga: Mampu Pasok 130 Ribu Ton, Tambang Batu Bara di Tanah Laut Kalimantan Selatan Ini Jadi Pemasok Tunggal PLTU Asam Asam, Ternyata Simpanannya Jumbo

Akuisisi ini dilakukan oleh anak usahanya yaitu PT Modern Kencana Makmur serta PT Modal Khas Indonesia.

Kencana Energy sendiri sejak berdiri pada tanggal 5 Mei 2008 dan telah berkomitmen untuk meningkatkan kualitaf hidup masyarakat Indonesia untuk mengelola berbagai jenis pembangkit listrik.

Anak usaha lainnya yang dimiliki juga tidak sedikit, seperti PT Energy Sakti Sentosa dan PT Bangun Tirta Energi yang berhasil mengoperasikan PLTA di Sumatera Utara dan Bengkulu.

Baca Juga: Mampu Pasok 130 Ribu Ton, Tambang Batu Bara di Tanah Laut Kalimantan Selatan Ini Jadi Pemasok Tunggal PLTU Asam Asam, Ternyata Simpanannya Jumbo

Perusahaan ini berkomitmen menjadi pionir penyedia energi baru terbarukan di Indonesia hingga Asia Tenggara.

Dengan adanya proyek EBT yang terus dibangun oleh KEEN, tentu diharapkan dapat menjadi wujud primadona energi baru terbarukan di tanah air.

Terlebih perusahaan ini juga terkomitmen sebagai penyedia solusi energi bersih dan ramah lingkungan bagi masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Manchester United Setuju ‘Singkirkan’ Donny van de Beek ke Eintracht Frankfurt di Bursa Transfer Musim Dingin

PLTM Ordi Hulu ini sendiri dibangun dengan memanfaatkan aliran Sungai Lae Ordi.

Sungai tersebut ada di Desa Pardomuan, Kec. Sitelu Tali Urang Julu, Kab. Pakpak Bharat.

Proyek ini nantinya memiliki kapasitas energi listrik sebesar 10 MegaWatt (MW).

Baca Juga: Aset Tambang 1,29 Miliar USD, Ternyata Cadangan Batu Bara Arutmin di Tanah Laut Kalimantan Selatan Capai 298 Juta Ton, Tapi Sisa Masa Izin Keruknya…

Untuk mulai operasinya sendiri ditargetkan pada awal tahun 2024.

Pembangkit listrik ini nantinya dapat memproduksi listrik hingga 63 GWh per tahun.

Pembangunannya sendiri memakai skema Build, Own, Operate, and Transfer atau BOOT untuk jangka waktu hingga 25 tahun ke depan setelah dioperasikan.

Baca Juga: Telan Cuan Rp29,8 Miliar, Proyek Revitalisasi Pasar di Banten Ini Bakal Tampung 366 Pedagang, Target Rampung 2024?

Tidak heran jika perusahaan ini fokus dalam menyiapkan belanja modal atau capex untuk proyek pembangkit listrik tersebut.

Adapun anggaran capex yang telah difokuskan untuk menyelesaikan PLTM Ordi Hulu sebesar 20 juta USD.

Tepatnya setara dengan Rp307,8 miliar untuk kurs Rp15.390 per 1 dolar US.***

Rekomendasi