Debit Air Sudah Terisi 53 Persen, Bendungan Senilai Rp1,65 Triliun Ini Akan Aliri Lahan Seluas 2.214 Ha, Diresmikan Awal 2024!

inNalar.com – Bendungan Lolak merupakan salah satu proyek yang telah dirampungkan konstruksinya oleh Kementerian PUPR.

Bendungan Lolak sendiri ada di Kabupaten Bolaang Mongodow, Provinsi Sulawesi Utara.

Melansir dari Instagram Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja selaku Juru Bicara Kementerian PUPR mengungkapkan bahwa bendungan ini sudah dilakukan pengisian air.

Baca Juga: Anggarannya Rp28,5 Miliar, Proyek Revitalisasi Terminal di Mataram Ini Bikin Pedagang Terdampak Relokasi

Ia menjelaskan bahwa setelah konstruksinya rampung, bendungan akan memanfaatkan musim hujan untuk mengisi kapasitas tampungnya sampai optimal.

Saat ini sendiri keadaan bendungan baru ini sudah terisi sebanyak 53 persen.

Adapun luas area genangannya sebesar 101 hektare yang telah dilakukan pengisian sejak tanggal 18 Agustus 2023 kemarin.

Baca Juga: Sejak 2015 Kementerian PUPR Berhasil Rehabilitasi 29 Pasar di Berbagai Daerah, Salah Satunya Ada di Maluku, Namanya…

Kemudian masih menunggu momen yang tepat untuk proses meresmikan bendungan ini dengan targetnya di awal 2024.

Bendungan Lolak di Kabupaten Bolaang Mongodow ini sendiri memiliki daya tampung hingga 16,23 juta m3.

Tujuan pembangunannya tidak lain adalah untuk menyediakan air irigasi bagi 2.214 hektare area pertanian.

Baca Juga: Keruk Dana Rp332,8 Miliar, Proyek Flyover di Jawa Timur Ini Progresnya Sudah 96 Persen, Tuntas Awal Januari 2024

Selain itu, akan memasok juga sumber air baku dengan kapasitas hingga 500 liter per detik.

Bendungan ini juga memiliki potensi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air atau PLTA dengan kapasitas energi listrik sampai 2,43 MegaWatt (MW).

Panorama bendungan yang indah juga dapat menjadikannya sebagai destinasi wisata baru di sekitarnya.

Baca Juga: Kuras Rp1,45 Triliun, Bendungan Megah di Aceh Ini Bakal Aliri Persawahan 11.950 Hektar hingga Suplai Air Baku untuk 22.848 Jiwa

Bendungan Lolak juga dapat membantu mereduksi debit banjir sebesar 12 persen.

Kemudian untuk area lahan bekas galian juga dapat dimanfaatkan sebagai area hutan buah yang produktif nantinya.

Diketahui Bendungan Lolak sendiri termasuk salah satu dari 61 bendungan yang telah dibangun dan diselesaikan mulai tahun 2015 sampai dengan 2024.

Baca Juga: Potensi Hemat Devisa Rp8,7 Triliun, Megaproyek Gasifikasi Batu Bara DME di Tanjung Enim Sumatera Selatan Ini Ditinggal Investor AS, Lirik China?

Adapun kontrak pembangunan proyek ini menelan biaya Rp830 miliar pada paket pertama.

Pembangunan pada paket pertama ini dilaksanakan oleh kontraktor dari PT Pembangunan Perumahan (Persero).

Sedangkan untuk paket keduanya menelan biaya sekitar Rp821 miliar dengan kontraktornya PT Pembangunan Perumahan (Persero) dengan PT Asfhri Putralora (KSO).

Baca Juga: Awalnya Cuma Rumput, Kalimantan Utara Investasikan Rp100 Miliar Guna Bangun Bandara, Lokasinya…

Dengan begitu, diperkirakan total biaya paket pertama dan paket kedua mencapai Rp1,65 triliun.

Tentu diharapkan bendungan ini segera diresmikan sehingga dapat dirasakan manfaatnya langsung bagi masyarakat setempat.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]