Rugikan Negara Rp195 Juta, Proyek Irigasi Tahun 2022 di Sulawesi Selatan Ini Diduga Dikerjakan Secara Asal-Asalan


inNalar.com – Mari mengulas kembali sebuah proyek irigasi tahun 2022 di Sulawesi Selatan diduga dikerjakan oleh kontraktor secara asal-asalan.

Infrastruktur yang didirikan di pinggiran lahan persawahan Kombong (RT) Rante, Lembang Langda, Kecamatan Sopai, Toraja Utara, Sulawesi Selatan tersebut telah terlihat roboh.

Padahal, anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk mendirikan proyek ini nilainya tidak sedikit.

Baca Juga: Punya Cadangan 900 Juta Ton, GEMS Optimis Batu Bara Makin Cuan di 2024, Kerukan Paling Jumbo Ada di Tanah Bumbu Kalimantan Selatan Sebanyak…

Anggaran dana pembangunan irigasi di areal persawahan tersebut sebesar Rp195 juta.

Meskipun nilainya tidak sampai miliaran rupiah, tentu saja anggaran dana yang digelontorkan pemerintah tersebut wajib dieksekusi dengan sebaik-baiknya.

Diketahui anggaran senilai jutaan rupiah tersebut dicairkan langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga: Panjangnya 170 Meter, Jembatan Baru di Kalimantan Selatan Ini Berhasil Hubungkan 2 Kabupaten, Tipe Konstruksinya…

Proyek yang didirikan di Provinsi Sulawesi Selatan tersebut masuk ke dalam progam percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI).

Menurut informasi yang dikutip dari laman resmi PUPR, dijelaskan bahwa P3-TGAI merupakan progam rehabilitas, peningkatan dan pembangunan jaringan irigasi dengan berbasis peran seta masyarakat petani.

Kemudian, dilaksanakan secara swakelola oleh beberapa Perkumpulan Petani Pemakai air (P3A).

Baca Juga: Telan Rp23 Miliar, Ruang Publik di Kota Bandung Ini Disulap Jadi Kawasan dengan Fasilitas Lengkap, Ada Ruang Teater hingga…

Proyek ini termasuk ke dalam P3-TGAI yang dibangun pada tahun 2022.

Namun belum juga rampung pengerjaannya, kondisi dari proyek yang dibangun di Kabupaten Toraja Utara tersebut malah roboh seketika.

Adapun pelaksana pembangunannya adalah P3A Karasiak Sejahtera. Pada bagian plank pembangunan juga dikonfirmasi bahwa Saluran Irigasi tersebut paket pekerjaannya seharusnya sudah rampung dengan baik pada tempo hari.

Baca Juga: Punya 624 SPKLU, Kini PLN Tambah Infrastruktur Kendaraan Listrik di Gedung Kementerian BUMN Guna Dukung Transisi Energi

Adanya pembangunan gagal senilai jutaan rupiah tersebut, diperkirakan akan memberikan pil pahit kepada negara.

Sebab, nilai anggaran senilai Rp195 juta yang digunakan membangun irigasi tersebut berasal dari APBN.

Selain negara, para petani yang lahan persawahannya berdekatan dengan lokasi juga diperkirakan akan mengalami kerugian.

Baca Juga: ‘Pengkhianat’ AC Milan Hakan Calhanoglu Buat Sumpah Serapah Cintai Inter Milan Bukan Karena Uang, Lalu Apa?

Proyek irigasi yang terindikasi rugikan negara tersebut roboh pada tanggal 29 Maret 2023 lalu.

Akibatnya, sepanjang ruas kanan irigasi yang dibangun dengan anggaran Rp195 juta tersebut pun roboh dan nampak tidak terurus

Selain itu, adapula ruas sebelah kirinya yang juga nampak rusak di beberapa titik. ***

 

Rekomendasi