

inNalar.com – PT Bukit Asam Tbk rupanya sudah mulai memasuki tahap transisi energi demi ketercapaian bisnis yang berkelanjutan.
Salah satu yang paling terlihat adalah penerapan khusus pada aktivitas tambang batu bara milik perusahaan berkode PTBA ini yang berada di Muara Enim, Sumatera Selatan.
Hal ini sebagaimana diungkap oleh Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin bahwa transisi energi bukan berarti meniadakan batu bara.
Namun transisi energi yang dimaksudkan, menurutnya, bagaimana caranya perusahaan mampu menemukan inovasi teknologi guna mengurangi emisi yang dihasilkan dari batu bara.
Sejalan dengan misi pemerintah dalam menggapai net zero emission 2060, Bukit Asam akhirnya mulai menerapkan strategi Eco Mechanized Mining.
Dengan strategi Eco Mechanized Mining ini, pihaknya mulai mengganti peralatan tambang yang masih mengandalkan bahan bakar fosil menjadi alat berbasis elektrik.
Oleh karena itu, PTBA telah mengoperasikan beberapa kendaraan dan peralatan tambang di area konsesi Tanjung Enim yang menggunakan energi listrik.
Di antaranya ada 7 unit shovel listrik, 40 unit hybrid dump truck, dan 6 pompa tambang elektrik.
Selain itu, ada pula 5 unit bus listrik yang dioperasikan Bukit Asam di Pelabuhan Tarahan dan 10 unit lainnya di site tambang Tanjung Enim.
Lantas, bagaimana efektivitas dan pengaruhnya bagi perusahaan dan dampak lingkungannya?
Melalui penggantian alat dan kendaraan tambang ini, ternyata program dekarbonisasi ini cukup efektif dan berdampak terhadap lingkungan dan efisiensi biayanya.
Penggunaan alat tambang berbasis listrik rupanya mampu mengurangi emisi hingga 19.777 tCO2e.
Tidak hanya itu, penggunaan BBM diesel pun jadi hemat 7 juta liter setiap tahunnya.
Adapun dengan penggunaan bus listrik sebagai kendaraan operasionalnya, estimasi emisi karbon yang mampu dikurangi bisa mencapai 16 ton CO2 per tahun untuk setiap unit busnya.
Selain itu, penggunaan BBM pun jadi irit hingga 9.672 liter per tahun untuk penghitungan setiap busnya.
Sehingga pemangkasan biaya operasional bisa dihemat oleh perusahaan hingga Rp47,7 miliar setiap tahunnya.
“Program-program dekarbonisasi akan terus dilaksanakan dan dikembangkan secara berkelanjutan di setiap lini perusahaan untuk memberikan hasil yang optimal,” ungkap Dirut PTBA Arsal Ismail, dikutip inNalar.com dari keterangan tertulis perusahaannya.
Sebagai informasi tambahan, PT Bukit Asam juga melakukan program serupa melalui lini aktivitas lainnya seperti reklamasi lahan dan penerapan pilot project cofiring PLTU MT di Sumatera Selatan.
Upaya transisi energi di lingkungan bisnis PTBA merupakan bagian dari bentuk komitmen perusahaannya dalam mendukung pemerintah mencapai target pengurangan emisi di tahun 2060.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi