Gandeng Rusia, Proyek Kilang Senilai Rp238,25 Triliun di Tuban Ini Sempat Bikin Warga Sekitar Unjuk Rasa, Apa Masalahnya?

inNalar.com – Terdapat megaproyek kilang di Jawa Timur yang diprakarsai oleh PT Kilang Pertamina Internasional.

Tepatnya, lokasi proyek kilang ini berada di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jatim.

Rencana kontruksinya telah dimulai pada tahun 2019 dan ditargetkan akan dioperasikan pada tahun 2024 ini.

Baca Juga: Telan Anggaran Jumbo Rp200 Miliar, Gedung Kampus II Universitas Muhamadiyah Purwokerto Mulai Dibangun di Banyumas Jateng, Punya 14 Lantai?

Proyek ini dibangun di atas lahan seluas 840 hektar dan terdiri dari 70 unit.

Dari total 70 unit tersebut, 14 unit untuk pengolahan BBM dan 7 unit pengolahan petrokimia.

Dari pembangunan ini, telah menyerap sekitar 20.000 pekerja pada saat konstruksi dan 2.500 pekerja pada saat mulai beroperasi.

Baca Juga: Jumlah Aset Meroket, PT Aneka Tambang Tbk Dimohonkan PKPU oleh Crazy Rich Surabaya Gegara Belum Serahkan 1.136 Kg Emas

Setelah beroperasi, kilang ini nantinya memiliki kapasitas produksi 300 ribu barel per hari.

Proyek ini ditargetkan bisa memproduksi BBM dengan standar Euro V dan menghasilkan 12,8 juta kilo liter (kl) per tahun.

BBM tersebut meliputi meliputi avtur 1,49 juta kl, diesel 5,2 juta kl, RON 92 5,95 juta, dan RON 95 0,16 juta kl.

Baca Juga: Tekan Emisi 19.777 tCO2e, Tambang Batu Bara Bukit Asam di Muara Enim Sumatera Selatan Terapkan Strategi Eco Mechanized Mining, Pangkas Biaya hingga…

Tak hanya itu, kilang Tuban ini juga ditargetkan bisa memproduksi 4,70 juta ton petrokimia per tahun.

Petrokimia tersebut meliputi 1,3 juta ton paraxylene, 510 ribu ton styrene, 650 ribu ton LLDPE/HDPE, 1,16 juta ton polypropylene, 407 ribu ton sulfur, 500 ribu ton MEG, dan 173 ribu ton MTBE secara tahunan.

Dilansir inNalar.com dari kppip.go.id, pembangunan kilang ini merupakan upaya pencapaian ketahanan energi dalam negeri.

Baca Juga: Laba Bersih Tumbuh Mencapai 8 persen, Ternyata Utang PT Aneka Tambang Tbk Membengkak pada Triwulan III 2023

Dengan dibangunnya Kilang Minyak Tuban, diharapkan dapat meningkatkan penyediaan minyak mentah dan bahan bakar di Indonesia.

Hal tersebut dapat menurunkan ketergantungan Indonesia terhadap impor dari negara lain.

Demi merealisasikan proyek ini, pemerintah menggandeng perusahaan asal Rusia yakni Rosneft untuk bergabung dalam proyek Kilang di Tuban.

Baca Juga: Laba Bersih Tumbuh Mencapai 8 persen, Ternyata Utang PT Aneka Tambang Tbk Membengkak pada Triwulan III 2023

Untuk merealisasikan megaproyek ini, dana yang dibutuhkan sangat fantastis hingga mencapai RpRp238,25 triliun.

Namun, proyek ini sempat menemui permasalahan sosial hingga membuat warga sekitar melakukan aksi unjuk rasa.

Warga Desa Wadung melakukan aksi unjuk rasa terkait masalah janji Pertamina kepada para korban pembebasan lahan dari 6 desa pada tahun 2022 silam.

Baca Juga: Rogoh Kocek Rp52 Miliar! Islamic Center di Tabalong Ini Miliki Bangunan Berbentuk Kubah Terbalik, Intip Maknanya

Dalam aksinya para korban pembebasan lahan menagih janji dari Pertamina yang akan mempekerjakan mereka dalam proyek kilang.

Pasalnya, untuk menjadi pekerja kasar saja mereka tidak diperkenankan karena berbagai alasan.

Dari aksi unjuk rasa tersebut, pihak Pertamina telah mencatat semua aspirasi dari pemuda enam desa yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa. Selanjutnya akan dikomunikasikan dengan manajemen di Jakarta.***

Rekomendasi