

inNalar.com – Penantian panjang masyarakat Kabupaten Tapin usai puluhan tahun merasakan jalan daerah yang rusak parah tampaknya akan segera berakhir.
Berkat Instruksi Presiden (Inpres), Kalimantan Selatan mendapatkan penanganan jalan daerah di sepanjang lintasan wilayah P.K. Hilir dan Sungai Bahalang.
Kontrak pengerjaannya diteken sejak tanggal 21 Agustus 2023 dengan pagu anggaran yang tersedot hingga Rp19,3 miliar.
Ruas jalan ini dipilih oleh pemerintah lantaran dua alasan khusus, utamanya karena ada empat desa yang beraktivitas di sepanjang lintasan.
Lalu adanya area perkebunan sawit yang tentu membutuhkan jalur transportasi yang mulus agar angkutan hasil bumi aman dan efisien biaya angkutnya.
Masyarakat dan seluruh perangkat desa turut berbahagia menyambut proyek perbaikan jalan daerah ini.
Pasalnya kondisi sebelumnya, jalan mengalami rusak parah berlubang hingga aktivitas pun terhambat.
Kondisi jalan versi sebelumnya ini diuraikan lebih lanjut oleh Dwi Wahyono selaku perwakilan dari PPK 2.4 Provinsi Kalsel.
Dwi Wahyono mengungkap bahwa jalan yang tengah ditangani oleh BPJN Kalsel ini dahulu terlihat masih berbentuk jalan agregat.
Sebagiannya telah diaspal, tetapi sebagiannya lagi kondisinya tampak rusak parah, serta beberapa akses jembatan pun agaknya perlu diperkuat.
Adapun menurut warga kerusakan parah tersebut terbilang parah karena lintasannya berlubang dan pengangkutan sawit dari area kebun sekitar pun jadi terhambat.
“Dulunya sebelum diperbaiki banyak lubang, rusak-rusak. Jadi sangat menghambat aktivitas masyarakat dan warga kita, khususnya daerah yang Pagat Makmur, P.K. Hilir juga,” ungkap Yunani, salah seorang perwakilan dari desa setempat, dikutip inNalar.com dari PUPR Kalimantan Selatan.
Ternyata meski penanganan tengah berjalan sesuai instruksi, pihak PPK Kalimantan Selatan pun mengungkap kendala penangan ruas jalan inpres di Kabupaten Tapin ini.
Dwi Wahyono lanjut menjelaskan bahwa pihaknya juga alami kendala selama penanganan jalan daerah tersebut.
Di antara kendala yang diungkap olehnya adalah adanya beberapa titik lokasi yang cukup berdekatan dengan aliran sungai.
Posisinya yang dekat dengan aliran sungai menyebabkan terjadinya longsor di beberapa lokasi dan tentu perlu diamankan oleh pihaknya terlebih dahulu.
Sehingga menurutnya patokan waktu yang diberikan hingga akhir tahun cukup terbatas dengan adanya kendala ini.
Diharapkan jalan yang akan melalui perkebunan sawit dan juga beberapa desa yang berada di sepanjang lintasannya ini dapat lebih mudah akses mobilitasnya.
Dengan demikian, perekonomian daerah pun akan semakin terangkat berkat jalan mulus yang mampu efisiensikan biaya dan waktu. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi