Manfaatkan Dana APBN Rp3,3 Miliar, Proyek Jembatan di Sulawesi Utara Ini Molor Bertahun-Tahun Lamanya, Mengapa?


InNalar.com –
Daerah Sulawesi Utara ternyata pernah memiliki proyek yang molor hingga bertahun-tahun lamanya.

Tepatnya, proyek tersebut adalah pembangunan jembatan yang ada di Kota manado.

Disebut dengan proyek yang molor bertahun-tahun, sebab pembangunan jembatan ini memakan waktu 12 tahun lamanya.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Inter Milan vs Verona di Liga Italia 2023-2024: Lautaro Martinez Bakal Jadi Starter Lagi?

Padahal berdasarkan rencananya, pembangunan jalur penghubung ini hanya akan dikerjakan selama 6 tahun.

Dimulai sejak 2003, kala itu peresmian pembangunan jalur penghubung ini juga telah dilakukan oleh presiden Megawati.

Peresmian tersebut pun berjalan lancar, dengan melakukan pemasangan 2 buah tiang pancang.

Baca Juga: Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Laga Mudah Bagi Inter Milan dan Juventus, Ujian Berat Menanti AS Roma!

Jika sesuai dengan target yang ditentukan, maka jalur penghubung yang berada di Kota Manado ini akan rampung pada tahun 2009, yaitu pengerjaan selama kurang lebih 6 tahun sejak 2003.

Walau begitu, ternyata pembangunan jembatan yang melintang di atas Sungai Tondano ini malah molor hingga bertahun-tahun lamanya.

Karena proyek pengerjaan jalur penghubung ini baru rampung tahun 2015, begitu pula dengan peresmian yang dilakukan ke infrastruktur ini.

Baca Juga: Korek APBN Rp19,3 Miliar, Jalan Daerah di Tapin Kalimantan Selatan Ini Akhirnya Diperbaiki Berkat Inpres Usai Puluhan Tahun Berlubang, Tapi…

Sedangkan dalam membangun jalur penghubung yang dimaksud, dana yang digunakan ini memanfaatkan anggaran dari APBN dengan jumlah mencapai miliaran rupiah.

Dilansir InNalar.com dari PUPR, pembangunan jembatan di daerah Sulawesi Utara ini anggarannya mencapai Rp 300.350.109.100 (Rp 335 miliar).

Seperti yang telah dijlaskan di atas, ternyata pembangunan infrastruktur ini mengalami molor hingga bertahun-tahun lamanya.

Baca Juga: Nasibnya di Pinggir Jurang, Emiten BUMN Ini Berencana Divestasi Aset Tol Senilai Rp7,7 Triliun di Jawa Barat

Hal tersebut ternyata dikarenakan jalur penghubung di Manado ini memiliki kontur tanah yang berbeda dengan wilayah-wilayah lainnya.

Maka dari itu, menyebabkan pembangunan proyek jalur penghubung di Sungai Tondano ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.

Karena itulah PT Hutama Karya (Persero selaku perusahaan yang mengerjakan pembangunan ini melakukan penguatan dengan cara menambahkan sejumlah pondasi dan tambahan kabel penyangga.

Baca Juga: Lintasannya 5.183 Km, Perbaikan Jalan Pelosok di Cianjur Jawa Barat Rampung, Cibuluh-Mekarjaya Terkoneksi Usai Sedot Anggaran Jumbo Sebesar…

Akan tetapi, justru karena penguatan yang dilakukan selama pembangunan inilah membuat jalur penghubung ini diklaim mampu bertahan hingga 100 tahun.

Berdasarkan hal tersebutlah kini Manado memiliki infrastruktur yang jadi lambang ikonik kota mereka, walau harus molor.

Adapun jalur penghubung ini sendiri memiliki panjang 1.127 meter (1,1 km) dengan lebar 17 meter.

Baca Juga: Laba Bersih Terjun 82 Persen, Emiten Batu Bara Bumi Resources Ungkap 3 Biang Kerok Penurunan Kinerja Keuangan di Kuartal III 2023

Sebagai tambahan, pada awalnya infrastruktur ini akan diberi nama Jembatan Nyiur Melambai.

Akan tetapi, karena di daerah Sulawesi Utara telah memiliki jembatan Megawati, maka nama dari Nyiur Melambai ini diganti jadi jembatan Soekarno. ***

 

Rekomendasi