Baru 3 Tahun Mendapat Suntikan Dana Rp260 Miliar dari Tiga Investor, Zenius Education Umumkan Resmi Tutup Operasional

inNalar.com – Zenius Education atau PT Zona Edukasi Nusantara secara resmi tutup operasional pada Januari 2024.

Kabar tutupnya operasional Zenius dikabarkan oleh akun Instagram @undercover.id.

Alasan tutupnya platform belajar ini dikarenakan adanya tantangan operasional.

Baca Juga: Dibangun 1895, Rumah Bersejarah di Medan Ini Miliki Gaya Arsitektur Perpaduan China-Eropa, Ada Ballroomnya?

Maka dari itu, Zenius mengambil langkah strategis guna menghentikan operasi sementara.

Meskipun begitu, platform edukasi ini menjamin bahwa tidak akan berhenti berusaha untuk menjalankan dan mewujidkan visi untuk merangkai Indonesia cerah, cerdas, dan asik.

Sebelumnya, PT Zona Edukasi Nusantara secara aktif memangkas jumlah karyawan atau PHK.

Baca Juga: Disokong Bank Asing 540 Juta USD, Proyek Geothermal SERD di Muara Enim Ini Gaet 3 Emiten Jepang Gali Potensi Panas Bumi 964 MW di Sumatera Selatan

Pada tahun 2022, platform ini tercatat melakukan PHK sebanyak tiga kali.

Jumlah pekerja yang berakhir dengan PHK di Zenius terdapat 30 karyawan.

PHK ini dilakukan lantaran iklim ekonomi saat itu menciptakan tantangan yang belum pernah terjadi bagi startup di seluruh dunia.

Baca Juga: Awalnya Cuma Rp395 Miliar, Megaproyek Terowongan di Kalimantan Timur Ini Anggarannya Malah Bengkak

Alami guncangan operasional, Zenius sempat mendapat suntikan dana sebanyak Rp260 miliar dari tiga investor sekaligus pada 2020.

Tiga investor tersebut adalah Northstar Group, Kinesys Group, dan Beenext.

Kemudian, pada tahun 2022 platform ini kembali mendapat suntikan dana dari MDI Ventures yakni anak usaha dari PT Telkom Indonesia.

Baca Juga: Menelan Dana Hingga Rp33 Miliar, Sport Center di Kabupaten Karo Ini Disebut Tak Dapat Dipakai PON 2024 Gegara Mangkrak?

Secara keseluruhan, pendanaan yang didapatkan oleh platform ini sejak pendiriannya mencapai Rp622 miliar.

Diketahui bahwa, platform ini berdiri pada tahun 2007 dan meluncurkan situs pembelajaran online pada tahun 2010.

Situs tersebut menjadi platform pembelajaran online pertama di Indonesia.

Baca Juga: Belum Setahun Beroperasi Setelah Diresmikan, Jembatan senilai Rp173 Miliar di Kabupaten Samosir Ini Bakal Dibangun Lagi?

Perusahaan ini terus mengembangkan situsnya dan pada tahun 2017 mampu menarik dua juta pengunjung. ***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]