Panjangnya 170 Meter, Jembatan Baru di Kalimantan Selatan Ini Berhasil Hubungkan 2 Kabupaten, Tipe Konstruksinya…

inNalar.com – Jembatan Bahandang terletak di Desa Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimatan Selatan.

Jembatan Bahandang merupakan salah satu infrastruktur yang baru saja selesai dibangun untuk menghubungkan Kabupaten Barito Kuala dengan Kabupaten Banjar.

Masyarakat sekitar kini sudah bisa memanfaatkannya untuk memudahkan akses menuju dua kabupaten tersebut.

Baca Juga: Telan Rp23 Miliar, Ruang Publik di Kota Bandung Ini Disulap Jadi Kawasan dengan Fasilitas Lengkap, Ada Ruang Teater hingga…

Proyek pembangunan infrastruktur ini memang telah lama menjadi fokus dari Pemprov Kalsel.

Area jembatan juga dapat menjadi jalur alternatif masyarakat apabila ingin mengikuti beberapa acara yang diselenggarakan antar kabupatennya.

Jembatan ini memiliki panjang 170 meter dengan lebar 6 meter serta pembangunannya sudah rampung 100 persen.

Baca Juga: Punya 624 SPKLU, Kini PLN Tambah Infrastruktur Kendaraan Listrik di Gedung Kementerian BUMN Guna Dukung Transisi Energi

Melansir dari laman Diskominfo Kalsel, jembatan ini juga efektif untuk memudahkan masyarakat ketika ingin mengikuti acara besar. Seperti Haul Abah Guru Sekumpul.

Tidak hanya itu, kawasan ini juga telah diperbaiki jalur akses jalannya sehingga semakin aman dan lancar dilalui masyarakat.

Proyek ini sendiri telah masuk ke pemerintah dengan dana berasal dari APBD 2023 lalu.

Baca Juga: ‘Pengkhianat’ AC Milan Hakan Calhanoglu Buat Sumpah Serapah Cintai Inter Milan Bukan Karena Uang, Lalu Apa?

Terlebih di sekitar Jembatan Bahandang juga terdapat 3 desa yang dihuni oleh masyarakat sekitar. Yakni Desa Jejangkit, Tajau Landung, dan Galam Rabah.

Tentu masyarakat bisa memanfaatkan infrastruktur ini dengan nyaman dan perlu menjaganya dengan sebaik-baiknya.

Pembangunan jembatan ini sendiri menggantikan jembatan lama atau Jembatan Bahandang Jejangkit.

Baca Juga: Pengeluaran Bengkak Jadi 1,38 Miliar USD, Pendapatan GEMS Merosot Tipis Berkat Ekspor Batu Bara, Negara Ini Paling Bikin Cuan

Adapun titik lokasi pembangunanya sedikit bergeser dari jematan lama dengan desain yang juga dilakukan perubahan.

Adapun konstruksi jembatannya berupa pile slab serta memanfaatkan rangka dari baja.

Pile slab sendiri merupakan salah satu metode pembangunan jembatan di atas permukaan berair yang sudah banyak digunakan saat ini.

Baca Juga: BREAKING NEWS! Ganda Putri Indonesia Mundur Jamaah dari Malaysia Open 2024, Gara-gara…

Kehadiran infrastruktur ini tentu efektif dalam mempersingkat waktu tempuh antar kedua kabupaten.

Selain itu, dapat pula dimanfaatkan untuk melancarkan arus lalu lintas angkutan barang maupun jasa.

Dengan begitu, jembatan yang telah rampung dibangun ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Baca Juga: Inter Milan ‘Besar Kepala’ Dapat Segera Resmikan Piotr Zielinski di Jendela Bursa Transfer Musim Dingin 2024

Dengan terbangunnya Jembatan Bahandang diharapkan dapat memberikan dampak positif seperti memajukan perekonomian di dua daerah yang saling terhubung ini. ***

 

Rekomendasi