

inNalar.com – Kementerian PUPR tengah menyelesaikan beberapa infrastruktur yang tersebar di seluruh Indonesia dan salah satunya adalah pembangunan Flyover.
Salah satu proyek flyover ini berada di Palembang, provinsi Sumatera Selatan.
Proyek ini nantinya akan dikenal oleh masyarakat dengan nama flyover Simpang Sekip.
Pembangunannya dimulai pada tahun 2022 dan ditargetkan rampung pada Februari 2024 mendatang.
Dilansir inNalar.com dari pu.go.id, pelaksanaan pembangunan Flyover Sekip Ujung untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di ruas Jl. Basuki Rahmad-Jalan R. Sukamto dan ruas Jl. Amphibi-Jl. Angkatan 66, Kota Palembang.
Infrastruktur ini membentang sepanjang 660 meter dan terdiri dari beberapa bagian.
Baca Juga: Alami Kerugian Besar pada Triwulan III 2023, Utang PT Merdeka Copper Gold Tbk Semakin Membengkak?
Beberapa bagian tersebut meliputi 180 meter jembatan, 156 meter oprit sisi jalan Basuki Rahmad, dan 324 meter oprit sisi jalan R.Sukamto.
Membentang sepanjang 660 meter, jalan layang ini ememiliki lebar 18,4 meter.
Pengerjaan konstruksinya dipercayakan oleh PT Waskita-Kencana KSO dengan konsultan pengawas PT Disiplan Consultant KSO.
Biaya yang dikusurka untuk pembangunan proyek ini tidaklah main-main yang mencapai ratusan miliar.
Untuk merealisasikan proyek ini, dana yang dibutuhkan mencapai Rp152 miliar.
Habiskan biaya ratusan miliar, nyatanya proyek ini dikeluhkan oleh masyarakat sekitar.
Masyarakat sekitar mengeluhkan tentang lambatnya proses pembangunan flyover Simpang Sekip.
Lambatnya proses pembangunan tersebut dikarenakan proses pembebasan lahan yang tak kunjung rampung.
Maka dari itu, pihak Waskita juga tidak dapat membongkar lahan dibagian tersebut karena pemilik masih tidak memberi izin.
Diketahui bahwa pemilik lahan tersebut adalah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Bea Cukai memberi syarat bahwa pembongkaran lahan padar depan, bangunan ATM dan pos jaga dapat dilaksanakan setelah aset pengganti dan jalan aksesnya selesai dibangun dan siap digunakan.***