Ditargetkan Mulai Pembangunan pada 2024, Proyek Pelabuhan di Banyuasin Sumsel Ini Tak Akan Senggol Dana APBN dan APBD?

inNalar.com – Beberapa tahun kebelakang tersiar kabar sebuah proyek pebangunan pelabuhan di Banyuasin akan di laksanakan.

Setelah beberapa tahun menimbang, akhirnya realisasi proyek pelabuhan di Banyuasin akan segera terwujud.

Pelabuhan baru ini nantinya akan dikenal dengan nama Tanjung Carat.

Baca Juga: Jumlah Laba Anjlok, PT Merdeka Copper Gold Tbk Guyur Anak Usahanya dengan Cuan Senilai Rp1,55 Triliun

Lokasinya berada di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Titik lokasi tersebut telah dinyatakan layak pada beberapa tahun yang lalu.

Titik lokasi yang dinyatakan layak itu karena telah memenuhi 3 kriteria meliputi memiliki kedalaman air yang cukup yaitu 12-18 meter sehingga bisa disinggahi kapal-kapal berukuran besar.

Baca Juga: Kuras Anggaran hingga Rp152 Miliar, Proyek Flyover di Palembang Ini Dikeluhkan oleh Masyarakat Sekitar, Apa Masalahnya?

Kemudian, lokasi daerahnya terjangkau dan ketersedian tanah/lahan, sehingga sudah siap untuk dilakukan pembangunan pelabuhan.

Pembangunan pelabuhan ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah ditetapkan pemerintah.

Rencananya proyek ini akan mulai dikerjakan pada tahun 2024 menunggu penyelesaian administrasi, AMDAL, anggaran, dan sebagainya yang sudah berjalan.

Baca Juga: Proyek Rp1,39 Miliar Molor, Pengerjaan Jalan Pelosok Tamansari di Kab Bogor Jawa Barat Malah Tertutup Longsor Akibat Mangkrak, Nasibnya…

Menteri Perhubungan mengungkapkan bahwa keberadaan pelabuhan Tanjung Carat sangat penting.

Mengingat, selama ini seluruh komoditas pertambangan hingga logistik dikirim melalui pelabuhan Lampung.

Dengan adanya Pelabuhan ini, maka akan memberikan stimulus dan nilai tambah bagi masyarakat di Sumsel dan sekitarnya.

Baca Juga: Alami Kerugian Besar pada Triwulan III 2023, Utang PT Merdeka Copper Gold Tbk Semakin Membengkak?

Jadi keberadaan infrastruktur ini sangat penting untuk menunjang kegiatan perdagangan di Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki komoditi unggulan seperti batu bara, curah cair, karet, dan pupuk, dan sebagainya.

Selain itu, pelabuhan ini akan mejadi pusat distribusi barang atau logistik untuk menggantikan pelabuhan eksisting yakni Pelabuhan Boom Baru.

Diketahui bahwa Pelabuhan Boom Baru tidak bisa dikembangkan lagi karena lokasinya berada di tengah kota yang tentunya kekurangan lahan.

Baca Juga: Tenggak Dana Rp1,13 Triliun, Proyek Jalan Sepanjang 199 Km di Sulut Ini Berbatasan Langsung dengan Philipina

Kembali lagi, hal tersebut akan berdampak baik bagi pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan dan sekitarnya.

Proyek ini nantinya tidak akan menggunakan dana dari APBN maupun dari APBD.

Jadi skema pendanaannya melalui kerja sama pemerintah dengan badan usaha atau KPBU yang akan melibatkan investor swasta baik nasional maupun asing.***

Rekomendasi