

inNalar.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Dirjen Sumber Daya Air terus membangun bendungan di berbagai wilayah Indonesia.
Pembangunan bendungan yang terus digencarkan oleh pemerintah tersebut diharapkan mampu menciptakan ketahanan air dan pangan di Indonesia.
Adapun salah satunya yang dibangun oleh pemerintah di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan siap untuk diresmikan pada tahun ini.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, proyek pendukung ketersediaan air dan ketahanan pangan tersebut telah melalui masa konstruksi.
Konstruksi infrastruktur baru ini yang terletak di Desa Mujahidin, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tersebut telah diselesaikan pada tanggal 16 Oktober 2023 lalu.
Selanjutnya, setelah masa konstruksi diselesaikan dilakukanlah tahap Implounding untuk bangunannya.
Pembangunan infrastruktur di NTB yang disebut sebagai Bendungan Tiu Suntuk tersebut merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).
Nantinya, bangunan ini akan memiliki kapasitas tampung sebesar 55,90 juta meter persegi, dan luas genangan seluas 312,09 Ha.
Selain berfungsi sebagai penampung air, Bendungan Tiu Suntuk di NTB juga diproyeksikan untuk menyuplai air bagi daerah irigasi seluas 1.900 Ha.
Daerah irigasi yang akan disuplai oleh bendungan ini mencakup wilayah Kecamatan Taliwang dan Kecamatan Brang Ene.
Diketahui, kedua wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat tersebut memiliki areal/lahan pertanian yang cukup luas.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono berharap dengan adanya Bendungan Tiu Suntuk nantinya petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun, bisa bertambah menjadi 2-3 kali tanam.
Selain Tiu Suntuk, pada tahun ini (2024) pemerintah juga akan meresmikan 5 bendungan lain yang sudah siap pakai.
Diantara infrastruktur baru tersebut adalah Bendungan Mila, Bendungan Meninting, Bendungan Bintang Bano, Bendungan Beringin Sila, serta Bendungan Tanju.
Diketahui, pembangunan Bendungan Tiu Suntuk di NTB telah dilakukan sejak bulan Februari 2020 lalu dengan biaya yang cukup fantastis, yakni senilai Rp1,227 miliar. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi