

inNalar.com – Kementerian perhubungan tengah berambisi dengan beberapa proyek transportasi dan salah satunya LRT di Jakarta.
Pembangunan ini berupa LRT Fase 1B dengan rute Velodrome Rawamangun – Manggarai.
Dilansir inNalar.com dari laman Dephub, pembangunannya dimulai pada Oktober 2023 lalu.
Baca Juga: Utang Semakin Meroket, Laba Bersih PT Merdeka Battery Materials Terjun Bebas pada Triwulan III 2023
Proyek ini nantinya akan dilakukan selama 36 bulan atau 3 tahun dan ditargetkan rampung pada 2026 mendatang.
Dengan adanya proyek ini, nantinya transportasi massal di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya semakin terintegrasi antara satu moda dengan moda lainnya.
Tentunya hal tersebut dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi massal ketimbang kendaraan pribadi.
Selain itu, keberadaan LRT ini dapat menjadi solusi kemacetan, mengurangi kerugian secara finansial, dan lingkungan menjadi lebih baik.
Proyek LRT Jakarta Fase 1B membentang sepanjang 6,4 kilometer dan melewati 5 (lima) stasiun.
5 stasiun rute Velodrome Rawamangun – Manggarai meliputi Stasiun Pemuda Rawamangun, Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman, dan Stasiun Manggarai.
Keberadaan proyek perpanjangan rute sampai Manggarai, LRT ini akan memiliki bentang total 12,2 km dengan rute Kelapa Gading-Manggarai.
Selain itu, Ditargetkan jumlah penumpang LRT Jakarta naik menjadi 180 ribu orang per hari.
Untuk merealisasikan proyek ini, pemerintah rela mengucurkan dana hingga triliunan rupiah.
Diketahui bahwa, dana yang dibutuhkan untuk membangun proyek LRT Jakarta Fase 1B ini sekitar Rp5,5 triliun.
Dana tersebut bersumber dari APBD dengan Rp5,2 triliun untuk infrastruktur dan sistem.
Sedangkan sisanya untuk rolling stock dimana proyek ini dibangun oleh BUMD PT Jakarta Propertindo.***