Diterjang Banjir dari Luapan Sungai, 2 Jembatan Penghubung Antar Desa di Riau Ini Ambruk dan Tak Bisa Dilalui, 76 Kepala Keluarga Terisolasi

inNalar.com – Sejumlah wilayah di Provinsi Riau diguyur hujan deras yang menyebabkan banjir semakin meluas.

Banjir yang menerjang tidak hanya merendam rumah-rumah warga tetapi juga menyebabkan dua jembatan di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Kuantan Singingi Tinggi, Riau ambruk.

Melansir dari Antara, BPBD Provinsi Riau mencatatkan ada sebanyak 40 titik banjir menerjang Riau sehingga menyebabkan sebanyak 4.686 kepala keluarga serta 18.744 jiwa terdampak banjir.

Baca Juga: Rugikan Negara Rp36,4 Miliar, PT AMG Tak Kantongi Izin Usaha Tambang Pasir Besi di NTB, Begini Nasib Direktur dan Kepala Cabang

Dalam keterangannya pada Sabtu, 6 Januari 2024, Edi Afrizal selaku Kepala BPBD Riau mengungkapkan bahwa bajir ini terjadi akibat hujan deras yang tidak berhenti mengguyur beberapa wilayah di provinsi ini.

Akibatnya ribuan rumah warga terendam dan fasilitas umum yang ada pun rusak.

Ia mengungkapkan bahwa terjadi kenaikan debit air banjir hingga 15 cm dari hari sebelumnya.

Baca Juga: Waduh! AC Milan Gagal Datangkan Pemain Baru untuk Lini Pertahanan di Bursa Transfer Januari 2024, Kenapa?

Hal ini menyebabkan akses jalan antar satu desa dengan desa lain dalam satu kecamatan yang dihubungi jembatan terputus akibat kontsruksi jembatannya telah ambruk.

Jembatan yang ambruk ini ada di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir dan Desa Pebaun Hilir-Desa Logas, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi Tinggi.

Salah satu penyebabnya yakni tingginya debit air Sungai Batang Kuantan dan Sungai Betung sehingga jembatan di Kab. Kuantan Singingi menjadi ambruk.

Baca Juga: Investasinya Rp11,5 Triliun! KAI Genjot Fasilitas Kereta Api di Lahat-Muara Enim Sumatera Selatan Guna Angkut 84,1 Juta Ton Batu Bara

Intensitas hujan yang begitu tinggi juga menjadikan jembatan penghubung ini rusak.

Adapun dampaknya akses jalan ini telah terputus sehingga mengisolasi sebanyak 76 kepala keluarga.

Kondisi terkini dari dua jembatan yang rusak ini sementara masih tidak dapat dilalui oleh warga.

Baca Juga: Kuras Dana Rp5,5 Triliun, Pembangunan LRT Jakarta Rute Velodrome-Manggarai Memakan Waktu hingga 3 Tahun!

Hal ini karena kerusakan jembatan akibat terjangan banjir ini masih belum diperbaiki konstruksinya.

Sementara itu, Satgas BPBD Kuantan Singingi Tinggi dan Indragiri Hilir bersama dengan Polri, TNI, dan masyarakat setempat telah melakukan pemantauan, pengecekan, dan pengambilan data lebih lanjut.

Banjir yang terjadi di provinsi ini meluas di 9 kabupaten dan kota dengan status siaga banjir.

Baca Juga: Utang Semakin Meroket, Laba Bersih PT Merdeka Battery Materials Terjun Bebas pada Triwulan III 2023

Sedangkan di Kabupaten Kampar, status bencana banjirnya telah naik menjadi level tanggap darurat.

Tidak hanya itu, bencana banjir yang melanda Provinsi Riau ini juga telah menyebabkan 2 orang tewas.

Masing-masingnya yakni warga lokal dari Pekanbaru dan Rokan Hilir. ***

 

Rekomendasi