Terjual 3,4 Juta Ton, Perusahaan Tambang Nikel Ini Catatkan Target Kuota RKAB Sepanjang 2023 Alami Peningkatan


inNalar.com
– PT Ceria Nugraha Indotama merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan khususnya produksi nikel.

Perusahaan ini mampu produksi nikel dalam jumlah besar sehingga memiliki peran penting dalam mendukung industri baterai kendaraan listrik di tanah air.

PT Ceria Nugraha berkantor di Jakarta dan Makassar. Salah satu wilayah operasi produksinya yakni di Blok Lapaopao Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara seluas 6.785 hektar.

Baca Juga: Dikunjungi 2.316 Orang, Jembatan Unik Senilai Rp274 M di Riau Ini Punya Wisata Lift Setinggi 76 Meter di Atas Sungai, Tertarik Coba?

Perusahaan tersebut juga mengoperasikan dua terminal khusus yakni Terminal Babarina dan Wolo sebagai pintu masuk utama dari laut untuk perdagangan bijih nikel.

Ke depannya, Terminal Wolo akan dikembangjan sebagai pelabuhan modern dalam rangka mendkung pembangunan dan pengoperasian smelter.

Dalam melakukan kinerjanya, Ceria juga mendapatkan pasokan listrik dari PLN yang akan dihidupkan secara bertahap mulai tahun 2024.

Baca Juga: Diterjang Banjir dari Luapan Sungai, 2 Jembatan Penghubung Antar Desa di Riau Ini Ambruk dan Tak Bisa Dilalui, 76 Kepala Keluarga Terisolasi

Listrik tersebut akan disuplai dari interkoneksi Lasusua-Kolaka sebesar 150 kV lewat 2 jaringan menuju Gardu Peleburan PLN Kolaka.

Perusahaan ini sendiri telah mengumumkan pencapaian produksi dan penjualan nikel ore dalam Rencana Kegiatan Serta Anggaran Biaya atau RKAB sepanjang tahun 2023 lalu.

Bukan hanya telah mencapai target kuota akan tetapi telah melampaui kuota dari RKAB dengan total penjualannya mencapai 3.401.500 ton.

Baca Juga: Rugikan Negara Rp36,4 Miliar, PT AMG Tak Kantongi Izin Usaha Tambang Pasir Besi di NTB, Begini Nasib Direktur dan Kepala Cabang

Melansir dari laman resmi Ceria Indo Corp, produksi ton nikel ore dari Ceria telah memenuhi standar kualitas terbaik.

Hal ini menjadi bukti dari komitmen perusahaan terhadap kualitas produk dan kepercayaan pelanggan maupun mitra bisnisnya.

Ceria juga terus memperkuat posisi perusahaan di industri pertambangan tanah air.

Baca Juga: Waduh! AC Milan Gagal Datangkan Pemain Baru untuk Lini Pertahanan di Bursa Transfer Januari 2024, Kenapa?

Adapun penjualan produk nikel yang telah melampaui target ini tentu menjadi bukti atas komitmen kuat perusahaan dalam memberikan kinerja terbaiknya di indutsri pertambangan khususnya nikel.

Keberhasilan tersebut juga mencerminkan tingginya standar operasional yang diterapkan oleh manajemen dan seluruh jajaran perusahaan.

Bukan hanya itu, Ceria juga telah mendapatkan peringkat Proper Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan selama 4 periode berturut-turut.

Baca Juga: Investasinya Rp11,5 Triliun! KAI Genjot Fasilitas Kereta Api di Lahat-Muara Enim Sumatera Selatan Guna Angkut 84,1 Juta Ton Batu Bara

Hal ini juga menjadi bukti atas komitmen perusahaan dalam mempertahankan kinerjanya untuk mengelola lingkungan hidup.

PT Ceria Nugraha Indotama memiliki sumber daya alam melimpah dengan cadangan nikel dan cobaltnya.

Tercatat sumber daya dan cadangan nikel di perusahaan ini dapat menyuplai lebih dari 20 tahun dengan konsensi kandungan nikel tertinggi secara global.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]