Mangkrak 9 Tahun, Kalimantan Timur Ternyata Punya Proyek Jembatan Rp162 Miliar yang Molor, Nasibnya Kini…


InNalar.com –
Proyek mangkrak atau pengerjaan yang molor, hal ini mungkin sering masyarakat Indonesia temui.

Begitu pula dengan pembangunan infrastruktur jembatan yang ada di daerah Kalimantan Timur (Kaltim).

Padahal infrastruktur ini nantinya dapat jadi jalur penghubung antara Desa Kadungan Jaya dengan Desa Pelawan di Kabupaten Kutai Timur.

Baca Juga: Serap 13 Ribu Pekerja, China Investasikan Rp15 Triliun di Kalimantan Timur Buat Bangun Pabrik Semen Terbesar, Produksinya…

Seperti yang diketahui, tiap daerah di pulau Kalimantan memang kerap sekali terpisah dengan adanya sungai.

Maka dari itu, jika infrastruktur ini telah terbangun, maka akan ada jalur penghubung yang memangkas jarak sekitar 104 km, atau sekitar 3 jam perjalanan.

Sementara itu, sebenarnya jalur penghubung ini juga sudah digagas sejak tahun 2014.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Malaysia Open 2024 di Stasiun TV Nasional, Jangan Sampai Terlewat!

Dengan kata lain, sudah 9 tahun proyek pembangunan infrastruktur ini digarap hingga terasa seperti mangkrak hingga pengerjaannya molor tak kunjung rampung.

Akan tetapi, pada akhir tahun 2023 kemarin pengerjaan proyek jalur penghubung ini akan dilanjutkan.

Dilansir InNalar.com dari laman Pemprov Kaltim, Sebab Pemerintah Provinsi telah menganggarkan Rp58,7 miliar.

Baca Juga: Diterjang Longsor dan Banjir, Jembatan Sepanjang 10 Meter di Jambi yang Dibangun 1975 Ini Ambrol, Kondisinya Sekarang…

Sedangkan yang mengerjakan ini adalah PT Arkindo Bahana selaku perusahaan yang memenangkan tender.

PT Arkindo Bahana akan melakukan pemancangan pondasi serta pemasangan dua pilar utama.

Sekedar informasi, pada tahun 2024 ini nantinya pemprov Kalimantan Timur masih akan memberikan tambahan anggaran lagi untuk pembangunan jembatan ini sebanyak Rp104 miliar.

Baca Juga: Proyek Rp22,7 Triliun Sempat Mager, Kawasan Industri Berjuluk ‘Mati Suri’ di Tanah Laut Kalimantan Selatan Ini Dipatok Operasi Sebagian 2024

Menjumlahkan kedua anggaran di atas, maka pengerjaan proyek jalur penghubung ini nantinya akan menghabiskan Rp162,7 miliar.

Jika sesuai rencana, maka tahun 2024 ini pekerjaan konstruksi akan menggarap struktur atas jembatan (pengadaan rangka), aksesoris jembatan serta jalan pendekat (girder).

Saat sudah terbangun sepenuhnya, nantinya jalur penghubung ini akan memiliki panjang 150 meter dengan lebar 5 meter.

Baca Juga: Telan Rp29 Miliar, Jembatan Baru Sepanjang 113,4 Meter di Jawa Tengah Ini Melintang di Atas Sungai Bengawan Solo, Hubungkan…

Sementara untuk tinggi freeboard (permukaan air ke jembatan) yaitu 12 meter dengan kedalaman tiang pancang mencapai 50 meter.

Tentunya dengan adanya jalur penghubung ini, nantinya dapat mengingkatkan perekonomian para masyarakat sekitar yang ada di daerah kabupaten Kutai Timur.

Karena tak perlu lagi memutar sejauh 105 km, sehingga akan memudahkan pula akses angkutan ikan saat akan dikirimkan ke daerah lain.

Baca Juga: AC Milan Bisa Nangis! Rossoneri Potensi Gagal Datangkan Bek Murah Meriah di Bursa Transfer 2024

Sementara itu nama dari jalur penghubung ini adalah Jembatan Sei Nibung yang sebelumnya pengerjaannya sempat mangrak hingga molor bertahun-tahun.

Diharapkan nanti proyek Jembatan Sei Nibung ini sudah selesai pada tahun 2024, dan sudah dapat digunakan. ***

 

Rekomendasi