Jumlah Aset Melorot hingga Rp2 Triliun, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Akuisisi Blok Migas di Oman

inNalar.com – Emiten tambang PT Medco Energi Internasional(MEDC) telah mengumumkan laporan keuangan resminya pada periode terbaru triwulan III tahun 2023.

Berdasarkan laporan keuangan tersebut, diketahui jumlah kas dan setara kas MEDC pada triwulan III 2023 sebesar 527 juta USD atau setara Rp8,1 triliun.

Jumlah tersebut merosot jika melihat angka pada triwulan III 2022 yang mencapai 599 juta USD atau setara Rp9,2 triliun.

Baca Juga: Pengeboran Cakup 134 Titik, Ongkos Eksplorasi PT Bukit Asam di Muara Enim Sumatera Selatan Sampai Habis Segini

Bisa dibilang korporasi ini kehilangan jumlah kas atau setara kas mencapai Rp1,1 triliun dalam kurun setahun.

Adapun jumlah aset lancar MEDC mencapai 1,6 miliar USD atau setara 24,8 triliun.

Sedangkan pada tahun sebelumnya pada periode yang sama, jumlah aset lancarnya mencapai 1,7 miliar USD atau setara Rp26,3 triliun.

Baca Juga: Panjangnya 922 M, Jembatan Lengkung Senilai Rp700 Miliar di Kalbar Ini Ditargetkan Usai Sebelum Jokowi Lengser

Selain aset lancar, jumlah aset tidak lancarnya 5,1 miliar USD atau sekitar Rp79 triliun.

Secara keseluruhan, jumlah aset PT Medco Energi Internasional 6,8 miliar USD atau setara Rp105 triliun.

Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan pada tahun lalu yang mencapai 6,9 miliar USD atau setara Rp106 triliun.

Baca Juga: Awalnya Pabrik Minyak Belanda, Kalimantan Timur Investasikan Rp1,8 Triliun Buat Bangun Bandara Berkapasitas 10 Juta, Namanya…

Alami kemerosotan jumlah aset, MEDC telah menyelesaikan akuisisi 20 persen kepemilikan di dua Exploration and Production Sharing Agreements (EPSA) di Kesultanan Oman dari OQ Exploration & Production LLC (OQEP).

Keduanya, berlokasi di darat yang letaknya di bagian barat Oman dekat perbatasan Arab Saudi.

Dua blok yang diakuisisi MEDC dikenal dengan nama Blok 60 dan Blok 48.

Baca Juga: Kapasitasnya 5 Juta TEUs, Pelabuhan Teluk Palu di Sulawesi Tengah Ini Sempat Diambruk Bencana, Biaya Perbaikan Rp900 M Akhirnya Disokong oleh…

Blok 60 memiliki area seluas 1.485 Km2 dan sanggup memproduksi ~63 mboepd dari lapangan minyak Bisat dan Lapangan Gas Abu Tabul yang kontraknya akan berakhir pada 2048.

Selain itu, Blok 48 sendiri lokasinya berdekatan dengan Blok 60 memiliki luas area 2.995 km2 dan memiliki potensi migas yang siginifikan.

Akuisisi ini dilakukan untuk memperkuat reputasi MEDC dalam inisiatif keberlanjutan dan pengembangan gas.

Baca Juga: Disokong Dana APBN Rp40 Miliar, Banten Pugar Pasar Tradisional Kumuh di Serang, Ditargetkan Rampung Juni 2024

Selain itu juga dapat menghadirkan sentra baru untuk terus mengembangkan produksi berbiaya-rendah.***

Rekomendasi