

inNalar.com – Salah satu proyek Kementerian PUPR yang cukup mentereng adalah jalan tol layang berada di Makasar.
Infrastruktur tersebut adalah Jalan Tol Layang AP Pettarani yang pembangunannya dimulai pada April 2018 silam.
Jalan penghubung ini diresmikan langsung oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada tahun 2021 lalu.
Bentang jalan tol layang ini sepannjang 4,3 Km dan masuk dalam bagian Jalan Tol Ujung Pandang Seksi 3.
Investasi pembangunan Tol A.P Pettarani merupakan salah satu contoh inovasi pembiayaan infrastruktur oleh pihak swasta untuk mendorong iklim investasi di Indonesia.
Tentunya hal tersebut dapat mengurangi beban dari anggaran pendapatan dan belanja negara/daerah.
Infrastruktur ini dilengkapi dengan 74 pier pada jalan utama, 55 pier pada ramp dengan jumlah box girder sebanyak 2.752 box.
Dilansir inNalar.com dari pu.go.id, jalan tol layang AP Pettarani menghubungkan simpul pusat perekonomian, kawasan industri, dan perkantoran di Kota Makassar dengan Bandara Sultan Hassanudin dan Pelabuhan Petikemas Soekarno Hatta Makassar.
Hal tersebut dapat memperkuat peran Kota Makassar sebagai pusat pertumbuhan maupun pusat pelayanan jasa dan distribusi logistik Wilayah Indonesia Timur.
Selain itu, infrastruktur ini dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang selama ini terjadi di jalan arteri sekitar Panakkukang dan Rappocini.
Memiliki berbagai fungsi strategis, tak heran bila nilai investasinya cukup fantastis mencapai Rp2,2 triliun.
Habikan dana pembangunan cukup besar, jalan tol layang ini pernah mendapat penghargaan internasional.
Dilansir inNalar.com dari bpjt.pu.go.id, infrastruktur ini mendapatkan penghargaan internasional “2nd Mino Best Project Award” untuk kategori jalan dengan volume tinggi.
Acara penghargaan tersebut dilaksanakan beberapa waktu lalu secara virtual oleh Road Engineering for Asia dan Australasia (REAAA) di Manila pada tahun 2021 lalu.
Penghargaan yang diberikan tertuju pada keunikan selama pelaksanaan konstruksi Jalan Tol Layang AP Pettarani.
Pada saat konstruksi dilaksanakan dengan menerapkan konsep design and build (rancang dan bangun) sekaligus penggunaan teknologi mutakhir bidang konstruksi.***