

inNalar.com – Kampung Karampuang merupakan dusun yang terletak di Desa Tompobulu, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Di kampung ini terdapat dua unit rumah adat Karampuang yang masing-masing masih ditempati oleh pemangku adat dengan fungsi yang berbeda.
Satu unit sebagai tempat tinggal raja atau kepala adat dan tempat menyimpan benda-benda kerajaan.
Sementara itu, satu unit lainnya digunakan sebagai tempat tinggal ‘perdana menteri’.
Jika dilihat dari bentuknya, kedua Rumah Adat Puang Gella dan Puang Tomatoa adalah rumah yang kembar.
Dilansir inNalar.com dari direktoripariwisata.id, filosofi dari Rumah Adat Karampuang adalah melambangkan seorang Wanita.
Baca Juga: 90 Persen Utang ke China, Proyek Jembatan Rp740 Miliar di Kalimantan Barat Ternyata Molor, Benarkah?
Hal tersebut dikarenakan tangga Rumah Adat Karampuang berada di tengah-tengah rumah ini melambangkan kemaluan wanita dan dapur rumah adat Karampuang ada dua dapur simbolis dari buah dada wanita.
Rumah adat ini melambangkan perempuan karena konon katanya orang yang pertama kali memimpin di daerah setempat adalah seorang wanita yang memiliki 6 saudara yang semuanya laki-laki.
Selain itu, konon katanya rumah adat Karampuang yang pertama berada di puncak gunung desa Karampuang,yang berdiri dengan satu tiang yang terbuat dari batang lombok.
Letak rumah adat Karampuang yang kedua berdiri 50 meter dibawah gunung tempat rumah adat Karampuang pertama.
Rumah adat kedua berdiri dengan 3 tiang dan saat rumah adat tersebut sempat terbakar, puang gella atau menteri kampung adat mendirikan rumah adat baru.
Pada saat itu ajaran Islam mulai masuk di daerah Karampuang maka puang Gella mendirikan rumah dengan 30 tiang sesuai dengan 30 jus yang ada dalam al-qur’an.
Tak hanya itu, terdapat 5 buah tiang didalam rumah sesuai dengan 5 rukun Islam,dan 5 buah anak jendela.
Meskipun begitu, pembangunan rumah adat tersebut tetap memakai filosofi seorang wanita.
Material yang digunakan dalam membangun rumah adat semuanya di ambil dari hutan adat,saat mengambil hasil hutan harus dilakukan dulu upacara adat.***