

inNalar.com – SUN Energy merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri pengembangan energi surya sejak tahun 2016 lalu.
Perusahaan ini berkolaborasi dengan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk atau ANJ lewat anak usahanya PT Gading Mas Indonesia Teguh atau GMIT yang ada di Jember, Jawa Timur untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS Atap.
PLTS ini dipasang di atap pabrik milik GMIT yang memproduksi edamame berkualitas tinggi.
Tujuannya tidak lain yakni sebagai salah satu upaya dalam mereduksi energi fosil sebanyak 20 persen di tahun 2025 mendatang.
Tidak hanya itu, PLTS yang dikembangkan ini juga mampu mereduksi emisi karbon sebanyak 422 ton per tahunnya.
Sistem pembangkit listrik yang dipasang di atap pabrik ini sendiri dapat menghasilkan energi sebesar 468.658 kWh per tahun.
Tepatnya setara dengan 15 persen kebutuhan listrik untuk keperluan operasional pabrik.
GMIT sendiri tercatat sebagai salah satu perusahaan pangan di tanah air yang terus berkomitmen dalam mengurangi dampak lingkungan selama beroperasi.
ANJ pun juga termasuk perusahaan berbasis agribisnis kelas dunia yang menargetkan Nol Emisi Karbon di tahun 2030.
PLTS Atap yang dipasang ini juga dapat mengoptimalisasi energi terbarukan dalam kegiatan operasional perusahaan.
Melansir dari laman SUN Energy, Imam Wahyudi selaku Direktur Utama GMIT menjelaskan bahwa sistem pembangkit listrik ini merupakan implementesi konkret atas strategi Environment Social Governance perusahaan.
Menurutnya, kolaborasi ini juga bermanfaat untuk mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil serta dapat menekan emisi gas rumah kaca.
Selain itu, efektif pula dalam menurunkan biaya energi dalam jangka panjang ke depannya.
Terlebih, PLTS Atap tersebut mampu menurunkan kadar emisi karbon sebanyak 422 ton CO2 setiap tahun atau setara dengan menanam sebanyak 13.122 pohon.
Sun Energy sendiri terus mendorong perusahaan lain untuk meningkatkan proporsi penggunaan energi terbarukan lewat energi surya.
Dengan begitu, setiap produk yang dikonsumsi masyarakat termasuk sebagai produk dari sumber energi yang lebih ramah terhadap lingkungan.***