Mekarkan Aset Rp14 T, PT Intiland Development (DILD) Gaet Emiten Korea Selatan Buat Sulap Aset Nganggur Jadi Lahan Pertanian Berbasis Teknologi AI

inNalar.com – Perusahaan properti terkemuka di Indonesia, PT Intiland Development Tbk tengah menggandeng emiten asal Korea Selatan untuk merealisasikan strategi pelecut kinerja keuangannya.

Alih-alih pasang strategi pengembangan finansial perusahaan melalui bisnis propertinya,rupanya emiten berkode DILD ini sedang fokus manfaatkan aset emitennya di sektor pertanian dan perkebunan.

Bukannya banting setir, upaya ini dimaksudkan untuk menyulap aset lahan yang belum digunakan milik perusahaan menjadi ladang cuan bernilai tambah.

Baca Juga: Ditendang dari PSN, Proyek Brilian Kanal Logistik Cikarang Bekasi Laut di Jawa Barat Senilai Rp3,41 Triliun Ini Dinilai Tak Menarik Lagi, Mengapa?

Bagai sambil menyelam minum air, sembari mekarkan aset tentu emiten properti ini juga ingin berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Oleh karena itu, menggaet perusahaan asal Korea Selatan bernama Saltware Co, Ltd diharap menjadi langkah awal niat baik Intiland untuk meraih tujuan utamanya.

Langkah awal tersebut dimantapkan oleh kedua belah pihak usai penandatanganan Memorandum of Understanding telah dilaksanakan pada Jumat, 5 Januari 2024.

Baca Juga: Hasilkan Energi Bersih 39 Gigawat Hour per Tahun, Provinsi Lampung Kini Punya 2 Unit Pembangkit Listrik EBT Berkapasitas 2 x 3,5 MegaWatt

Sedikit informasi, Saltware Co, Ltd adalah perusahaan teknologi yang berpusat di Seoul, Korea Selatan.

Emiten yang dipimpin oleh CEO Lee Jeong Kun ini diketahui memiliki empat lini bisnisnya meliputi layanan dan infrastruktur komputasi cloud.

Selain itu, hybrid service, platform, dan area bisnis pertanian cerdas (smartfarm business) yang mengandalkan teknologi berbasis kecerdasan buatan.

Baca Juga: Keruk Anggaran Rp270,5 Miliar, 3 Jembatan Rawan Runtuh di Banten Ini Akhirnya Direvitalisasi Guna Tingkatkan Keamanan Mobilitas

Menurut Lee Jeong Kun, budidaya stroberi bisa menjadi salah satu pilihan tanaman bernilai tinggi untuk dikembangkan di Indonesia.

Tentunya bakal cuan apabila lahan nganggur milik DILD dapat menjadi perkebunan stroberi yang dikembangkan dengan efisiensi teknologi kecerdasan buatan berbasis Artificial Intellegence (AI).

Dengan menggaet Saltware Co, Ltd, bisnis pertanian yang akan dikembangkan Intiland bakal menggunakan sistem smart farming.

Baca Juga: Kuras Rp26,9 Miliar, Terminal Tipe A di Banten Ini Diramal Hapus Kemacetan, Daya Tampungnya 400 Bus Per Hari

Sistem smart farming yang ditawarkan perusahaan asal Korea Selatan ini adalah teknologi AI yang akan ikut memantau kondisi lapangan secara real-time.

Tidak hanya itu, program kecerdasan buatan ini juga bisa menunjang pengelolaan sumber daya air untuk mengurus lahan pertanian DILD.

Tentu poin konservasi air ini sangat penting dan efisien, mengingat Indonesia memiliki iklim yang cukup panas.

Baca Juga: Habis Dulang Cuan Rp97,6 Triliun, United Tractors Resmi Ikut Main Nikel Usai Akuisisi Pemilik Tambang Stargate di Konawe Utara Sulawesi Tenggara

Terlebih saat musim kemarau, permasalahan irigasi seringkali membayangi potensi kegagalan terhadap lahan garap, sehingga ancaman kekeringan pun perlu masuk dalam pertimbangan.

Sebagai informasi, PT Intiland Development Tbk tercatat memiliki total aset senilai Rp14,69 triliun.

Adapun rinciannya terdiri dari aset lancar senilai Rp4,68 triliun dan yang tidak lancar senilai Rp10 triliun.

Guna hidupkan produktivitas aset terbengkalai milik DILD, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai aset perusahaan sekaligus menguatkan agenda pemerintah di sektor ketahanan pangan nasional.***

Rekomendasi