Gandeng Perusahaan Arab, Proyek PLTS Senilai Rp2,2 Triliun di Jawa Barat Ini Jadi yang Terbesar di Dunia, Berapa Kapasitasnya?

inNalar.com – Tidak lama ini, Presiden Joko Widodo baru saja meresmikan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) paling bersejarah di Indonesia.

Pada tanggal 9 November 2023 lalu, Kepala Negara tersebut secara langsung meresmikan PLTS Terapung Cirata yang letaknya berada di Jawa Barat.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman resmi Pemprov Jabar, PLTS Terapung Cirata menempati area waduk seluas 200 hektar.

Baca Juga: Aleix Garcia dan Aleix Baena Kemahalan, Barcelona Bakal Boyong ‘The Next Christian Eriksen’ di Bursa Transfer Kali Ini

Lokasinya diketahui berada di tiga kabupaten Jawa Barat, yakni diantaranya adalah Purwakarta, Cianjur, serta Bandung Barat.

Pembangkit listrik disebut masuk sebagai PSN paling bersejarah di Indonesia ternyata bukan tanpa sebab.

Adapun alasan yang menyebabkannya diklaim seperti itu karena termasuk salah satu PLTS terbesar ASEAN, bahkan dunia.

Baca Juga: Siap Diresmikan, Bendungan Senilai Rp1,6 Triliun di Sulawesi Utara Mampu Aliri 2.214 Ha Sawah Tadah Hujan

PLTS ini diketahui menduduki urutan ketiga sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya terbesar yang ada di dunia.

Proyek yang berlokasi di Jawa Barat tersebut dibangun dengan tujuan memasok energi bersih untuk sisitem kelistrikan wilayah Jawa Bali.

Adapun kapasitas energi yang dimiliki oleh PLTS Cirata adalah sebesar 192 megawatt peak (MWpk).

Baca Juga: Gara-gara Perang, Pembangunan Smelter Rp22 Triliun di NTB Ini Malah Molor, Padahal Miliki Fasilitas…

Proyek pembangkit listrik tenaga surya ini dibangun dengan anggaran investasi senilai Rp2,2 triliun.

Jika ditelusuri lebih lanjut, pembangunan PLTS ini terdiri dari 13 pulau /arrays dengan lebih dari 340 ribu panel surya yang diyakini dapat menghasilkan listrik dan kemudian dapat disalurkan ke rumah-rumah.

Proyek bersejarah yang menghabiskan triliunan rupiah itu nyatanya merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Uni Emirates Arab.

Baca Juga: Manchester United Gontok-gontokan dengan AC Milan dalam Perburuan Bek Gratisan Fulham Tosin Adarabioyo

Diyakini, kerja sama ini dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT PLN Nusantara Power (Persero) dengan perusahaan energi besar asal UEA yakni, Masdar.

Adapun informasi terkait kepemilikan saham masing-masing perusahaan.

Diketahui, PLN Nusantara Power (Persero) yang memiliki saham sebesar 51% pada proyek ini, sedangkan Masdar (UEA) memiliki saham sebesar 49%. ***

 

Rekomendasi