Jadi Aset Perusahaan Nasional saat 1958, Bangunan Bersejarah di Semarang Ini Jadi Cagar Budaya Peninggalan Belanda


inNalar.com
– Semarang merupakan pusat pemerintahan dari Provinsi Jawa Tengah dimana terdapat beberapa bangunan bersejarah.

Di Semarang terdapat sebuah bangunan bersejarah yang mengingatkan kita akan pendudukan Belanda.

Bangunan tersebut dikenal oleh masyarakat dengan nama Gedung PTPN XV Semarang yang menjadi salah satu bagian dari cagar budaya peninggalan Belanda.

Baca Juga: Sedot Dana Rp4,88 Triliun, Jalan Tol Padang – Sicincin di Sumatera Barat Bakal Persingkat Waktu Tempuh, Target Fungsional Tahun Ini

Lokasinya berada di Jalan Mpu Tantular No 5 Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Gedung ini terletak dalam kawasan kota lama di Semarang yang menampilkan suasana jaman kolonial.

Gedung ini dibangun pada awal abad ke-19 dan digunakan untuk NV CULTUUR MAATSCHAPIPIJ DER VORSTENLANDEN.

Baca Juga: Bebankan APBN Rp700 Miliar! Proyek Bandara Kalimantan Tengah Malah Bentuknya Jadi Seperti Paruh Elang, Namanya…

Diketahui bahwa NV CULTUUR MAATSCHAPIPIJ DER VORSTENLANDEN merupakan perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang perkebunan dan pertanian.

Kemudian, Nasionalisasi pada tahun 1958 membawa aset perusahaan tersebut ke tangan perusahaan nasional perkebunan.

Dilansir inNalar.com dari laman kebudayaan kemendikbud, Gedung PTPN XV ini terdiri dari dua lantai dimana pondasi bangunan dari batu dengan sistem struktur dari kolom bertulang.

Baca Juga: SMGA Incar Dana Hasil Saham Perdana Sebesar Rp183,75 Miliar, Pasca Dapat Izin Publikasi Penawaran Awal dari OJK

Dinding bangunan bersejarah ini terbuat dari batu bata dan kaki bangunan dari batu dengan sistem beton sedangkan sisanya dengan plester dan dicat.

Kemudian, di bagian atap bangunan berupa pelana bersusun dengan bahan penutup atap genteng.

Pada lantai pertama maupun lantai kedua Gedung PTPN XV baik pada bagian depan dan pada bagian belakang terdapat lorong yang menghubungkan beberapa ruang yang ada di sana.

Baca Juga: Nunggak DBH Rp104,62 Miliar, PT Amman Mineral Ditagih Pemda di NTB Soal Royalti Hasil Keruk Tembaga dan Emas di Sumbawa Barat

Desain bangunannya mencerminkan kecintaan terhadap detail dan estetika khas Eropa, namun dengan sentuhan lokal yang membuatnya unik.

Namun dibalik keindahannya, bangunan ini juga menunjukkan fungsionalitas dan kepraktisan, sesuai dengan kebutuhan dan budaya lokal pada saat itu.

Kehadirannya di kawasan kota lama menambah kekayaan naratif sejarah kota ini dimana setiap batu, tiap sudut, dan setiap detail arsitektur bercerita tentang masa lalu yang gemilang. *** 

Rekomendasi