

inNalar.com – PT PLN (Persero) terus berkomitmen untuk mengembangkan alternatif energi hijau di tanah air.
PLN menjadi salah satu perusahaan pionir dalam mengembangkan rantai pasok Green Hydrogen Plant atau GHP.
Pembangunan rantai pasok hidrogen hijau ini tentu tidak dilakukan tanpa adanya alasan.
GHP sendiri dibangun sebagai upaya untuk menyediakan alternatif bahan bakar kendaraan di Indonesia yang lebih ramah lingkungan.
Produk ini nantinya dapat membantu menurunkan angka emisi karbondioksida di lingkungan.
Terbukti di tahun 2023 lalu perusahaan ini telah meresmikan sebanyak 21 unit GHP di berbagai lokasi.
Adapun berbagai unit rantai pasok tersebut mampu menghasilkan kapasitas produksi mencapai 199 ton hidrogen setiap tahunnya.
Melansir dari laman resmi PT PLN, pembangunan 21 unit GHP ini berada di beberapa wilayah yang tersebar. Seperti:
Melalui pembangunan dan peresmian Green Hydrogen Plant ini PLN telah mendukung transisi sektor transportasi di tanah air menuju low carbon.
Tidak hanya sampai disitu, ke depannya perusahaan ini juga akan mengembangkan skenario Accelerated Renewable Energy Development atau ARED.
Baca Juga: Makan Biaya Rp89,57 Triliun, Pembangunan Pelabuhan di Makassar Ini Diduga Merusak Ekosistem Pesisir
Adapun tujuannya adalah untuk menambah kapasitas pembangkit listrik energi baru terbarukan atau EBT hingga 75 persen.
Kemudian meningkatkan pula pembangunan pembangkit listrik berbasis gas sebesar 25 persen sampai tahun 2040 mendatang.
Diharapkan nantinya Indonesia dapat mencapai target Net Zero Emissions atau NZE di tahun 2060 nanti atau bahkan bisa lebih cepat.
Dengan begitu, Indonesia tidak perlu lagi ketergantungan dengan bahan bakar fosil yang kurang ramah terhadap lingkungan.
PLN juga terus berkomitmen untuk mendukung proyek-proyek ramah lingkungan agar semakin mudah menurunkan angka karbon di tanah air.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi