

inNalar.com – Kementerian PUPR terus berupaya untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Indonesia, salah satunya dibuktikan dengan pembangunan jembatan tol di Palembang.
Jembatan tol di Palembang ini dikenal sebagai Jembatan Musi V yang membentang di atas Sungai Musi.
Nantinya, setelah infrastruktur ini rampung tentunya akan menjadi ikon baru di daerah tersebut.
Infrastruktur ini merupakan bagian dari jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung.
Secara keseluruhan, panjang tol Kayu Agung-Palembang-Betung ini mencapai 111 Km.
Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung akan menghubungkan Palembang dengan Betung hingga Jambi.
Sementara itu, jembatan Musi V sendiri membentang sepanjang 1,7 km dan akan menjadi jembatan tol terpanjang di Indonesia.
Pembangunannya dikerjakan oleh PT Waskita Sriwijaya dan menggunakan 99 persen produk dalam negeri.
Dilansir inNalar.com dari kkjtj.pu.go.id, bentang utama jembatan tol ini merupakan jembatan dengan tipe Concrete Box Girder denga metode konstruksi balanced cantilever.
Sebagai informasi, metode cantilever merupakan metode yang memungkinkan struktur jembatan berdiri dan terhubung tanpa perlu dukungan dari bawah sungai.
Metode tersebut digunakan untuk proyek ini karena Sungai Musi adalah sungai yang ramai dengan berbagai aktivitas.
Sedangkan untuk pendang pendekatnya bertipe PC-I Girder dan Full Slab.
Bisa dibilang, pembangunan proyek ini menggunakan berbagai metode dengan kesulitan tingkat tinggi.
Bahkan beredar kabar bahwa proyek jembatan tol ini terancam mangkrak.
Hal tersebut dikarenakan PT Waskita Sriwijaya mengalami kesulitan dalam penuntasan proyek jalan tol jambatan ini.
Maka dari itu, pemerintah berupaya untuk memberikan solusi atas permasalahan tersebut dengan menunjuk PT Hutama Karya untuk membantu Waskita menuntaskan proyek ini.
Tak heran bila proyek dengan tingkat kesulitan tinggi ini menghabiskan biaya yang sangat besar yakni mencapai Rp22,16 triliun dan ditargetkan rampung pada Agustus 2024 mendatang.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi