Cuma 6 Km dari Jembatan Ampera, Pulau Seluas 79 Hektar di Palembang Ini Miliki 4 Fase Fungsi, Apa Saja?

inNalar.com – Palembang merupakan sebuah kota di Provinsi Sumatera Selatan yang menghadirkan berbagai tempat bersejarah.

Salah satu tempat bersejarah di Palembang ini bernama Pulau Kemaro.

Pulau Kemaro sendii merupakan sebuah delta kecil di Sungai Musi yang terletak hanya 6 Km dari Jembatan Ampera.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Newcastle vs Manchester City di Liga Inggris 2023-2024: Erling Haaland Isi Bench The Citizens Lagi?

Delta kecil ini memiliki luas kurang lebih 79 hektar di ketinggian 5 mdpl.

Dilansir inNalar.com dari giwang.sumselprov.go.id, penamaan pulau kemaro ini berarti pulau yang tidak pernah tergenang air.

Walaupun air pasang besar, pulau ini tidak akan kebanjiran dan terlihat dari kejauhan terapung-apung di atas sungai Musi.

Baca Juga: Telan Biaya Pembangunan Rp1,8 Triliun, Bendungan di Sulawesi Utara Ini Masih Terlilit Permasalahan Lahan Padahal Telah Rampung

Pulau kecil ini menjadi salah satu objek wisata yang populer di Palembang.

Hal tersebut dikarenakan terdapat peninggalan-peninggalan sejarah di sana dan salah satunya terdapat pagoda yang menjulan setinggi 9 lantai.

Pagoda ini dibangun pada tahun 2006 dan tingginya 45 meter dengan masing-masing tingkatnya 5 meter.

Baca Juga: Investasinya 3,37 Miliar, Megaproyek Ladang Gas di Papua Barat Digarap Konglomerat Malaysia Usai Tertunda 16 Tahun, Potensinya…

Pulau Kemaro adalah salah satu delta kecil diatas Sungai Musi yang dimanfaatkan sejak era kerajaan Sriwijaya.

Salah satunya sebagai pos penjagaan bahkan Panglima Cheng Ho pun pernah menetap di Pulau Kemarau dalam rangka menumpas perompak laut asal Tiongkok.

Selain itu, delta ini memiliki fungsi sejak tahun 1965 hingga tahun 2012 yang terbagi atas 4 fase.

Baca Juga: Prediksi Newcastle vs Manchester City di Liga Inggris 2023-2024: Jadwal, Prakiraan Susunan Pemain, H2H, dan Live Streaming

Pada tahun 1965 hingga 1967 fungsi pulau kecil ini adalah sebagai kamp tahanan.

Kemudian, pada tahun 1968 hingga 1997 fungsinya adalah sebagai tempat pemukiman dan tempat ibadah.

Pada tahun 1998 hingga 2007 fungsi fase ketiga adalah sebagai lahan pertanian.

Pada fase keempat yakni pada tahun 2008 hingga 2012 pulau Kemaro digunakan sebagai Objek wisata Ritual.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]