

inNalar.com – Masyarakat Papua Barat patut berbangga karena akhirnya memiliki bandara megah yang telah diresmikan pada Kamis, 23 November 2023.
Bandara Siboru namanya, terletak di Kabupaten Fakfak dan berdiri menggantikan infrastruktur lamanya, yakni Bandar Udara Torea.
Dibangun kembali fasilitas gerbang udara yang baru, salah satu alasannya adalah karena keterbatasan panjang landasan pacu yang belum mengakomodir kapasitas pesawat berbadan panjang.
Jadi Bandar Udara Torea ini diketahui memiliki runway berukuran 1.200 x 30 meter.
Maka dari itu, Infrastruktur Siboru ini hadir dengan ukuran yang lebih panjang, yakni 1.600 x 30 meter.
Begitu mewah tampilan terminal udaranya, ternyata anggaran yang tersedot untuk proyek ini pun mencapai Rp891 miliar, melansir dari Kementerian Perhubungan RI.
Sumber pembiayaannya diterangkan oleh Kemenhub bahwa pendanaannya menggunakan kantong Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Usai diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo dua bulan silam, rencananya operasional infrastruktur pun sebentar lagi akan diaktifkan.
Penting untuk diketahui, operasional Bandara Siboru Fakfak ini akan resmi dimulai pada Kamis, 25 Januari 2024.
Namun sayangnya, ternyata masih ada dua kendala vital yang masih menghantui proses teknisnya.
Meski secara teknis penerbangan, infrastruktur ini sudah bisa melayani penumpang, tetapi kenyamanan calon penumpang tampaknya masih butuh perhatian lebih.
Kedua permasalahan besar tersebut meliputi akses jalan menuju Bandara Siboru dan air bersih bagi konsumsi penghuni terminalnya.
Kendala akses jalan dan persediaan air bersih ini tidak ditampik oleh Eko Yudha P. selaku perencana ahli pertama kantor bandara tersebut.
Menurutnya, masih ada dua permasalahan yang masih dihadapi oleh pihaknya, yaitu akses jalan dari wilayah Fakfak menuju Siboru.
Masih ada ratusan meter yang disebutkan butuh perbaikan lebih lanjut agar calon penumpang dapat mengakses bandar udara dengan lebih nyaman.
Permasalahan selanjutnya adalah terkait akses air bersih, ternyata sejauh ini terminal udara yang baru diresmikan ini masih bergantung pada fasilitas dari mobil tangki.
Hal ini karena belum adanya jaringan pipa yang menjangkau ke bandar udara tersebut.
Diharapkan keberadaan dua sumber air di sekitar terminal udara ini, yakni Murmrei dengan jarak jangkauan sepanjang 3,6 kilometer dan Sipatnanam 1,2 kilometer dapat menjadi pilihan solusi bagi pihak pemerintah daerah.
Salah satu kendala realisasi perbaikan dan pembenahan masalah tersebut diketahui karena tidak adanya dana untuk menambal permasalahan tersebut.
Diharapkan pada saat operasional berjalan, solusi dari permasalahan ini telah berhasil diselesaikan guna kenyamanan penumpang dan menggenjot arus orang dan barang di Bandara Siboru.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi