

inNalar.com – Achmad Fauzi atau akrab dikenal dengan Cak Fauzi merupakan Bupati Kabupaten Sumenep yang menjabat selama dua periode sejak tahun 2021.
Bupati Sumenep dikenal sebagai Kepala Daerah Terkaya di Madura, Namun wilayah yang dipimpin masih tercatat dalam urutan ke-3 Kabupaten Termiskin di Jawa Timur.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru, yang dikutip inNalar.com, Selasa 5 Agustus 2025, Ahmad Fauzi memiliki total kekayaan Rp. 10.042.701.182.
Baca Juga: Bongkar Harta Kekayaan I Wayan Koster, Gubernur Bali Pro-Lingkungan yang Tegas soal Turis Asing
Harta tersebut mengalami penurunan sebesar 28,93% atau senilai 4 Miliar jika dibandingkan dengan total kekayaan pada tanggal 31 Desember 2023.
Harta miliknya didominasi oleh aset berupa tanah dan bangunan senilai 12 Miliar atau seluas 24.622 m².
Dari keseluruhan 13 unit tanah yang dimiliki, 12 diantaranya berada di Kabupaten sumenep, sedangkan 1 unit lainnya berada di Kota Depok.
Sebagian besar aset tersebut masih berupa tanah tanpa bangunan, sedangkan 3 unit lainnya memiliki bangunan yang berada di Kota Depok dan 2 unit di Kabupaten Sumenep.
Seluruh aset Cak Fauzi merupakan hasil sendiri dengan unit paling mendominasi yaitu seluas 1109 m² senilai 2 Miliar yang berada di Kabupaten Sumenep.
Selain itu adapula 6 buah alat transportasi dan mesin senilai 1,4 Miliar, yang terdiri dari 5 buah mobil dan 1 buah motor.
3 dari kendaraan tersebut merupakan mobil mewah Mercedes Benz senilai 1,1 Miliar, sedangkan mobil lainnya berupa Nissan Elgrand2 senilai 300 Juta, Daihatsu Minibus senilai 40 juta, serta 1 buah sepeda motor honda senilai 4,5 Juta.
Nilai keseluruhan kendaraan tersebut mengalami penurunan sebesar 9,12% atau senilai 150 Juta jika dibandingkan dengan tahun 2023.
Di samping itu, terdapat harta bergerak lainnya senilai 145 Juta yang mengalami penurunan sebesar 25,64%, serta kas dan setara kas senilai 186 Juta dengan penurunan sebesar 52,03%.
Cak Fauzi tidak memiliki surat berharga dalam laporan kekayaanya, namun ia memiliki hutang sebesar 3 Miliar dengan kenaikan sebesar 1178,49% dibandingkan tahun 2023.
Cak Fauzi merupakan Putra Daerah yang lahir pada 21 Mei 1979. Ia kehilangan kedua orang tuanya sejak kecil sehingga menjadikannya pribadi yang bermental kuat.
Demi bertahan hidup, Bupati Sumenep ini rela berjualan beras dan mencoba beberapa usaha mulai dari rental Playstation hingga setrum busi saat berusia muda.
Ia juga gemar menulis yang kemudian mengantarkan pada karirnya di bidang jurnalistik. Cak Fauzi memulai karir sebagai Wartawan Tabloid Indonesia di tahun 2002, dan redaktur pelaksana Majalah Indonesia di tahun 2004.
2 tahun kemudian ia diangkat sebagai Pemimpin redaksi Majalah Indonesia, dan Pemimpin Umum majalah Indonesia Group.
Adapun beberapa karir lain yang pernah ia geluti diantaranya sebagai Direktur Umum PT Petrogas Pantai Madura, Direktur Promosi PT Karin Disni Jaya, Direktur Utama PT Djakarta Dua Satu, dan Direktur Utama PT Mahasa Madura Investama.
Cak Fauzi juga merupakan kader Partai PDI perjuangan dan diangkat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep di tahun 2019.
Kemudian ia terjun ke dalam dunia politik sebagai Bupati Sumenep di tahun 2021. Pada periode keduanya sebagai Bupati, Cak Fauzi menekankan terkait isu utama yang perlu diangkat yaitu penghapusan ketimpangan antara wilayah daratan dan kepulauan.
Kabupaten Sumenep memiliki wilayah daratan utama dengan wilayah kepulauan yang luas. Keseluruhan pulau yang dimiliki berjumlah 126 pulau, yang 78 diantaranya tidak berpenghuni.
Nama daerah Sumenep berasal dari Bahasa Kawi yaitu “Sungeneb” dari kata “Sung” dan “Eneb” yang berarti relung, cekungan atau lembah.
Total penduduk Sumenep berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep berjumlah 196.420 jiwa.
Dengan garis kemiskinan per kapita setiap bulan senilai RP. 506.569 pada Maret 2024, namun persentase penduduk miskin pada dinyatakan mengalami penurunan sebesar 17,78%.
Melalui laman sumenepkab.go.id tercatat bahwa Cak Fauzi berhasil menurunkan angka kemiskinan selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2021 hingga 2023.
Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Kabupaten Sumenep sebesar 4,19 yang mengalami penurunan sebesar 0,31 poin.
Sedangkan indeks kedalaman kemiskinan (P2) sebesar 1,52 yang mengalami kenaikan sebesar 0,11 poin di tahun 2024.
Kabar baiknya IPM Sumenep dinyatakan mengalami pertumbuhan tertinggi di Pulau Madura dengan kenaikan sebesar 69,78 dari tahun 2023.
Itulah penjelasan terkait Bupati Sumenep Achmad Fauzi Kepala Daerah Terkaya dengan penduduk termiskin di Jawa Timur. (Padma Malikahani)